Nono ketakutan Kenapa dia bisa tersesat di dalam sebatang pohon kenari Padahal dia hanya ingin mengambil sepedanya yang tersandar di sana Dan siapa pula anak berkulit hitam misterius yang memancingnya ke sana Nono ingin keluar Tapi di dalam pohon itu, membentang dunia berbeda Dia tiba di zaman Belanda Itu belum seberapa Masih banyak hal hal aneh lain Misalnya, gadis bermata biru cantik yang bisa berubah menjadi burung kenari Gerombolan Semut Hitam Anak Rembulan Dunia macam apa ini Nono ingin sekali kembali ke rumah kakek buyutnya yang nyaman di Wlingi Tapi mungkinkah dia bisa kembali, kalau ternyata dia harus memimpin sebuah perang mencekam di dunia misteri itu Dua genre yang membuat penikmat buku meragukan kecanggihannya sewaktu tahu penulisnya asli Indonesia adalah konspirasi dan fantasi Namun, membaca Anak Rembulan, siapa pun akan mendebat pendapat itu dan meyakini waktunya anak negeri unjuk gigi Sangat lokal, fantastik, dan tak terlupakan Tasaro GK, penulis trilogi Muhammad Saya senang bisa membaca lagi karya terbaru Djokolelono Imajinasinya sangat kuat membangun plot cerita fantasi lokal yang nggak kalah keren dengan fantasi asing Benny Rhamdani, penulis buku dwilogi Mimpi Sang Garuda dan Garuda di Da


10 thoughts on “Anak Rembulan: Negeri Misteri di Balik Pohon Kenari

  1. Luz Balthasaar Luz Balthasaar says:

    3.7 deh, hehehe Saia bulatin ke bawah karena rating keseluruhannya masi 3.89.Ihik ihik Kayak IP Mahasiswa teladan aja Saia suka Nono Saia sukaaaa banget sama Saarce view spoiler Baik Saarce versi mimpi maupun Saarce versi asli Walau saia tetep berasa aneh menemukan anak asli Indonesia yang penampilannya bule abis Bukannya itu ga mungkin, memang, karena bisa aja sih kalau dia leukistik karena mutasi spontan _ hide spoiler Dan saia suka Ibu Nono, Pakde dan Bude Nono, Mbah Sastro, 3.7 deh, hehehe Saia bulatin ke bawah karena rating keseluruhannya masi 3.89.Ihik ihik Kayak IP Mahasiswa teladan aja Saia suka Nono Saia sukaaaa banget sama Saarce view spoiler Baik Saarce versi mimpi maupun Saarce versi asli Walau saia tetep berasa aneh menemukan anak asli Indonesia yang penampilannya bule abis Bukannya itu ga mungkin, memang, karena bisa aja sih kalau dia leukistik karena mutasi spontan _ hide spoiler Dan saia suka Ibu Nono, Pakde dan Bude Nono, Mbah Sastro, Mbah Pur.Tapi saia rada kurang sreg Mbok Rimbi digambarkan bercanda dengan golok dan ada Ratu kecil yang doyan main penggal Saia bisa mengerti kekerasan, tapi di sini penyampaiannya bikin saia sedikit bertanya tanya view spoiler Pas si Nono mau digolok Mbok Rimbi, kelima anggota geng Semut Hitam malah ngakak.Kemudian dikasih tahu kalau Mbok Rimbi cuma main main, tapi entah kenapa buat saia itu teuteup gak lucu.Makanya, pas diperlihatkan kalau ada lima pria dewasa yang melihat itu, nggak mencegah, dan merasa geli, saia merasa ada yang salah Apalagi kelima pria itu adalah expy Pandawa, dan Pandawa seharusnya orang orang baik Paling nggak, si Kangka alias Yudhistira Yudhistira itu kan orangnya lembut dan pengasih Apa iya dia bakal ketawa kalau ngelihat ada anak mau digolok, sekalipun buat bercandaan Lalu Ratu kecil yang dikit dikit jatuhin hukum penggal Bahkan sampe nyuruh satu pengawalnya untuk memenggal diri sendiri Huh Entahlah Rasanya salah aja, di cerita yang nggak dimaksud untuk mengusik atau menjadi cerita horor, ada tokoh anak kecil yang doyan main penggal Dan tentu saja, saia nepok jidat ketika Saarce mulai ngomong soal pancung pancung kepala juga Saia tahu ada tokoh Ratu di Alice in Wonderland yang juga doyan main penggal Tapi nggak seberapa mengusik dibanding ini, mengingat ratu itu sudah dewasa hide spoiler Mengenai bagian penyelesaian cerita setelah bab 33, di satu sisi saia merasa ini agak cop out view spoiler Masa udah bikin dunia bagus bagus, konflik bagus bagus, eh, ternyata semuanya cuma mimpi, dan mimpi ini bahkan ga diselesaikan Pas lagi seru serunya perang sama pasukan Belanda, diputus Nono bangun Yaaaah 10 x 10 cepe deeeeee Tapi apa yang terjadi setelah Nono bangun, ketika dia menemukan hal hal yang paralel dengan kejadian di dalam mimpi, saia suka Misalnya, ketika Mahesasuro dan Lembusuro sudah ganti wujud jadi kerbau dan sapi Terus mereka bertarung dengan Sang Dewi dan menyebabkan ada guncangan dan hawa panas Sampai di sini Nono bangun, dan rupanya, di dunia nyata, Gunung Kelud memuntahkan lahar Ditambah lagi ada legenda kalau lahar Gunung Kelud itu asalnya dari amukan Mahesasuro dan Lembusuro Tie in yang keren Jadi nggak 100% cop out juga hide spoiler Berikutnya saia juga punya keberatan sama gaya menulisnya Terlalu banyak bentuk kalimat tidak lengkap Awalnya sih nggak apa apa, tapi makin ke belakang makin banyak dan makin mengganggu.Paragraf ini contohnya, Nono tersungkur ke dalam air Gelagapan Beberapa saat kepalanya berada di dalam air Dan mukanya menyentuh pasir Cepat ia mencoba berdiri Dan karena tergesa ia jaduh terduduk Di dalam air Air sampai ke dadanya Ia mengangkat sandal kiri itu tinggi tinggi Dan cepat berdiri Melihat ke kiri dan ke kanan Sepi Untunglah Kalau ada orang melihat, mungkin ia tampak aneh Lucu Tiba tiba tersungkur dan terbenam sesaat itu.Saia ngebaca ini capek banget Kalimatnya patah patah, nyaris kayak daftar belanjaan Kadang saia harus berupaya ekstra untuk merunut apa yang sedang terjadi di dalam sebuah paragraf Baru setelah itu saia bisa membayangkan apa yang terjadi.Kalau saja gaya menulisnya lebih bagus, saia akan rela hati kasi 4 pol deh Mungkin malah 4.5 Kenapa Soalnya ini nggak bersekuel Yeah Saia suka kalau pengarang bikin cerita yang cuma satu buku langsung tamat Bukannya saia bilang buku berseri itu jelek, tapi saia memang lebih suka yang sekali baca tamat Somehow it makes the bookspecial Apalagi karena buku ini memang ceritanya cukup spesial Di mana lagi saia bisa menemukan tipe wise old mentor yang bekerja sebagai juragan tahu view spoiler hide spoiler Seperti yang di atas itulah saia membayangkan Mbah Pur ngakak Thanks buat Om Djokolelono yang sudah menulis buku ini Ditunggu karya berikutnya yah


  2. Uci Uci says:

    Seru, nggak kalah menurut saya dengan novel fantasi karya penulis Barat, seperti Percy Jackson misalnya Saya membandingkan dengan Percy karena sama sama ditujukan untuk pembaca anak dan sama sama menampilkan tokoh tokoh legenda Kepiawaian Djokolelono dalam bercerita membuat kisah ini sangat mengalir dan enak dibaca, diselingi humor di sana sini.Terlepas dari kover yang kurang menggambarkan isi novel dan dua ilustrasi yang tidak sesuai deskripsi jadi penasaran, ilustratornya sempat membaca dul Seru, nggak kalah menurut saya dengan novel fantasi karya penulis Barat, seperti Percy Jackson misalnya Saya membandingkan dengan Percy karena sama sama ditujukan untuk pembaca anak dan sama sama menampilkan tokoh tokoh legenda Kepiawaian Djokolelono dalam bercerita membuat kisah ini sangat mengalir dan enak dibaca, diselingi humor di sana sini.Terlepas dari kover yang kurang menggambarkan isi novel dan dua ilustrasi yang tidak sesuai deskripsi jadi penasaran, ilustratornya sempat membaca dulu nggak ya sebelum menggambar , saya sangat menikmati Anak Rembulan dan malah jadi penasaran dengan novel fantasi karya Djokolelono sebelumnya, Jatuh ke Matahari Masih ada yang jual nggak ya Seandainya novel ini dicetak ulang dan direvisi, saya membayangkan ilustrasi di halaman pertama sepertinya keren banget kalau dijadikan kover D


  3. Ary Nilandari Ary Nilandari says:

    Waktu kecil, aku membaca dan menyukai karya karya Pakde Djoko, dan sekian puluh tahun kemudian aku menyunting karyanya Wow.


  4. htanzil htanzil says:

    Masih ingat dengan Djokolelono Beliau adalah penulis novel produktif di era 70 80an Novel debutannya yang berjudul Jatuh ke Matahari merupakan novel fiksi ilmiah paling awal yang ditulis oleh penulis Indonesia, novel tersebut diterbitkan oleh Pustaka Jaya pada tahun 1976, setahun sebelum George Lucas merilis Star Wars yang kelak menjadi sebuah fenomena budaya dalam sejarah dunia fiksi ilmiah.Setelah sukses dengan novel pertamanya, Djokolelono membuat sekuelnya berjudul Bintang Hitam Pustaka Masih ingat dengan Djokolelono Beliau adalah penulis novel produktif di era 70 80an Novel debutannya yang berjudul Jatuh ke Matahari merupakan novel fiksi ilmiah paling awal yang ditulis oleh penulis Indonesia, novel tersebut diterbitkan oleh Pustaka Jaya pada tahun 1976, setahun sebelum George Lucas merilis Star Wars yang kelak menjadi sebuah fenomena budaya dalam sejarah dunia fiksi ilmiah.Setelah sukses dengan novel pertamanya, Djokolelono membuat sekuelnya berjudul Bintang Hitam Pustaka Jaya, 1976 lalu dilanjutkan dengan menulis novel berseri Penjelajah Antariksa 3 judul, Gramedia 1985 1986 Selain menulis novel fiksi ilmiah Djokolelono juga dikenal sebagai penulis buku anak anak, salah satunya adalah seri Astrid Gramedia, 1980 an , selain itu juga dikenal sebagai penerjemah buku buku fiksi seperti Petualangan Tom Sawyer, seri cergam Mimin, Mallory Towers, buku2 Enid Blyton, dll Karya karyanya baik novel maupun karya terjemahannya diterbitkan oleh Pustaka Jaya, Gramedia, dan BPK Gunung MuliaSetelah sekian lama namanya tidak lagi terdengar di jagad raya perbukuan tanah air, kini Djokolelono kembali hadir dengan karya terbarunya yg berjudul Anak Rembulan Negeri Misteri di Balik Pohon Kenari, sebuah fiksi fantasi dengan tokoh seorang anak lelaki berusia 10 tahun yang bernama Nono.Dikisahkan Nono sedang berlibur ke rumah kakeknya di Wlingi, sebuah kota kecamatan yang letaknya diantara kota Malang dan Blitar Saat dirinya sedang bersepeda sendirian di kota itu ia tertarik untuk melihat dari dekat sebuah pohon kenari raksaksa yang berada di pinggir kali Njari di kaki gunung Kelud Ketika ia sampai di pohon kenari itu tiba tiba saja ia terseret oleh aliran sungai Njari dan ia terbawa masuk ke dunia di balik pohon kenari, dunia masa silam ketika pasukan Belanda yang dipimpin oleh Cornelis de Houtman tiba di tanah Jawa , 415 tahun yang lampau Hal pertama yang dijumpai Nono di dunia dibalik pohon kenari adalah dirinya berada diantara pasukan Belanda , karena saat itu ia sedang memakai kaos merah Menchester United pasukan Belanda itu menuduhnya sebagai mata mata Inggris yang di zaman itu merupakan musuh bebuyutan Belanda.Lolos dari kepungan tentara Belanda Nono terperangkap di warung Mbok Rimbi, disana ia dipekerjakan sebagai pembantu warung tanpa bisa melarikan diri Sebenarnya ada banyak kesempatan yang membuat ia bisa kabur begitu saja, namun anehnya setiap kali ia lari ke arah manapun pada akhirnya ia akan kembali ke warung Mbok Rimbi Dengan kekuatan mistisnya rupanya Mbak Rimbi memang tak membiarkan Nono kabur dari warungnya karena Nono adalah Anak Rembulan, sebutan bagi anak anak yang akan dipersembahkannya sebagai korban kepada Dewi Kali.Walau pada akhirnya ia dapat lolos dari cengkraman Mbok Rimbi bukan berarti dia bisa pulang ke dunianya karena kemudian Nono menjadi tawanan sebuah kerajaan yang di pimpin Ratu Merah walau masih anak anak namun memiliki sifat yang kejam Karena Nono berani memandang wajah Sri Ratu maka ia dimasukkan dalam taman satwa untuk kemudian dikorbankan pada buaya buaya yang eksekusinya akan ditonton oleh seluruh penduduk kerajaan.Tak hanya itu, Nono juga terperangkap dalam sebuah intrik dan konspirasi tingkat tinggi dalam kerajaan Sri Ratu Merah Sebuah konspirasi yang dilakukan pangeran Mahesasuro guna mempersunting sang Ratu sehingga ia bisa berkuasa Dengan pasukannya dan bantuan dari pasukan Belanda yang menginginkan harta dari kerajaan Ratu Merah, Mahesasuro dan teman temannya merencanakan sebuah penyerbuan yang akan dilakukan pada saat terjadi kemeriahan di lingkungan istana, yaitu saat Nono dan para tawanan lain dilemparkan ke kandang buaya dan singa.Peristiwa itu akhirnya membawa Nono pada sebuah peperangan yang tak hanya berperang melawan senjata melainkan juga harus melawan kekuatan kekuatan mistis yang di masa itu lazim digunakan diantara para pendekar pendekar sakti.Bagi penggemar kisah fiksi fantasi lokal, novel ini bisa jadi pilihan, Djokolelono dengan sangat piawai membawa pembacanya masuk dalam dalam petualangan Nono di masa lalu Selain ceritanya yang seru novel ini juga menghadirkan 2 tokoh legenda Gunung Kelud yaitu Pangeran Mahesasuro dan Lembusuro.Sayangnya penulis tidak mengeksplorasi legenda Gunung Kelud ini dengan lebih dalam, dua tokoh legenda itu hanya dipakai untuk sebuah perebutan kekuasaan di kerajaan Ratu Merah Sementara legenda Gunung Kelud yang mengisahkan pengkhianatan cinta seorang putri bernama Dewi Kilisuci terhadap dua raja sakti Mahesasuro yang berkepala kerbau dan Lembusuro yang berkepala lembu hanya dikisahkan secara singkat lewat tuturan nenek Nono Padahal kalau penulis memasukkan legenda Gunung Kelud secara utuh dimana Nono berada diantara persaingan kedua tokoh legenda itu pastinya kisahnya akan semakin menarik dan legenda ini akan benar benar terekam dalam memori pembaca masa kini.Walau kisahnya dan plotnya sangat menarik, tapi saya merasa ada beberapa hal yang tidak pas di novel ini Ketika kisah bergulir ke masa kini, ketika Nono dan temannya Saarce berada di kota Blitar, mereka hendak diculik karena si penculik mengira Saarce adalah anak duta besar Belanda Bagi saya anggapan dari si penculik ini kurang masuk akal, bagaimana mungkin anak seorang duta besar Belanda yang akan berkunjung ke Blitar dapat dengan bebasnya sepedaan bersama temannya di pasar tanpa pengawalan polisi Selain itu saya juga menemukan kejanggalan yang terdapat dalam ilustrasinya, di ilustrasi halaman 196 terlihat kalau Sang Ratu mengenakan pakaian wanita Jawa, padahal di ceritanya, dikisahkan saat itu Sang Ratu sedang memakai pakaian prajurit pria untuk menyamar Lalu di ilustrasi penangkapan Saarce oleh penculik di halaman 327 terlihat bahwa si penculik itu memakai pakaian prajurit Jawa sedangkan dalam cerita dikisahkan bahwa si penculik itu menggenakan celana loreng tentara.Terlepas dari beberapa kejanggalan di atas, imajinasi penulis yang kuat dalam membangun plot cerita fantasi dengan setting kerajaan di Jawa masa lampau, kedatangan bangsa Belanda di Jawa, plus sedikit legenda Gunung Kelud membuat novel ini memiliki keunggulan sendiri sebagai sebuah novel fantasi lokal yang dengan gagah hadir untuk bersaing ditengah gempuran berbagai novel fantasi terjemahan karya penulis penulis luar.Kehadiran novel ini tentunya juga bisa membuktikan bahwa tak hanya penulis penulis luar saja yang mampu membuat sebuah kisah fantasi yang bagus Malah dengan kisah fantasi bernuansa lokal seperti ini budaya dan legenda lokalpun turut terangkat kembali sehingga membuat para pembaca kita, khususnya generasi muda semakin mengenal dan menghargai budaya dan legendanya.Tiga bintang untuk novel ini, apakah setelah ini Djokolelono akan kembali produktif menulis seperti dulu Tentunya kita menghendaki demikian Selain menulis kisah kisah fantasi berikutnya harapan terbesar saya adalah dapat membaca karya fiksi ilmiah science fiction Djokolelono terbaru dengan nuansa lokal seperti yang menjadi novel debutannya Jatuhh ke Matahari htanzilhttp bukuygkubaca.blogspot.com


  5. Dyah Dyah says:

    Spirited Away dengan kearifan lokal.


  6. Truly Truly says:

    Bermula dari rasa penasaran dengan aneka kisah fantasi yang saya baca Menarik memang, bahkan beberapa membuat saya terpesona Sangat jarang mengandung banyak unsur lokal Kalau ada, biasanya tokohnya ya dia lagi, dia lagi Padahal dengan begitu banyak legenda masih banyak yang bisa kita olah.Bisa buat sebuah kisah fantasi dengan unsur lokal Tantang saya ke Andry Chang salah satu penulis kisah fantasi Dengan ketekunannya dalam melakukan riset serta semangatnya untuk memberikan yang terbaik , t Bermula dari rasa penasaran dengan aneka kisah fantasi yang saya baca Menarik memang, bahkan beberapa membuat saya terpesona Sangat jarang mengandung banyak unsur lokal Kalau ada, biasanya tokohnya ya dia lagi, dia lagi Padahal dengan begitu banyak legenda masih banyak yang bisa kita olah.Bisa buat sebuah kisah fantasi dengan unsur lokal Tantang saya ke Andry Chang salah satu penulis kisah fantasi Dengan ketekunannya dalam melakukan riset serta semangatnya untuk memberikan yang terbaik , tentunya hal ini bukanlah mustahil Terbukti ada sepenggal kisah dengn judul Reog besutannya Ternyata membaca kisah fantasi dengan unsur lokal juga menarik.Sebuah buntelan dari Kang Fanfan yang mewakili sebuah penerbit favoritku rupanya menjadi sarana pencapaian angan anganku Sebuah buku fantasi dengan judul Anak Rembulan Negeri Misteri di Balik Pohon Kenari besutan Djokolelona mendarat dengan manis di mejaku diiringi rintik hukan.Perkenalanku dengan Djokolelono bermula dari kisah kisah Enid Blyton terjemahan beliau dulu Lalu ada juga seri misteri ala Astrid Tapi kiprahnya tidak terbatas menerjemahkan buku saja, beliau juga menulis banyak kisah Konon kisah yang berjudul Jatuh ke Matahari dianggap sebagai pelopor novel fiksi ilmiah.Anak Rembulan Negeri Misteri di Balik Pohon Kenari, merupakan sebuah kisah fiksi fantasi yang serat unsur lokal Tokohnya Nono, anak lelaki berusia 10 tahun Nono menggemari sepak bola, layaknya anak lain Nono juga sering menggunakan kaos bola, Salah satu yang disayanginya adalah kaos berwarna merah dengan lambang Manchester United yang oleh oleh Om Wiedha dari Bangkok Beberapa hal janggal dalam kisah ini seperti bagaimana bisa Saarche dikira anak dubes, lalu yang ditanya oleh Suhu Tanzil seputar ilustrasi di halaman 196 dan 329 bukan 327 Suhu tak membuat buku ini kehilangan gregetnya Tapi yang paling mengganjal buat saya justru pada urusan ilustrasi Sosok Nono di kover depan Manta kok seperti mata orang kesurupan yah padahal dalam kisah ini digambarkan bahwa Nono adalah seorang anak yang cerdas, tapi ini kok selain seperti orang kerasukan juga berkesal bengal dam menyebalkan yah.Beda sekali sosok di kover dengan gambaran yang ada dibuku serta ilustrasi di halaman 110 Belum lagi kaos yang berbeda dihalaman 306 dengan kover


  7. Selvianty Yusuf Selvianty Yusuf says:

    Ku nggak ngerrtiiiiiiii adalah reaksi awal ketika membaca buku ini hingga di halaman 140an Lalu di 100 halaman berikutnya baru lebih jelas Dari gaya tulisannya saja memang keliatan jelas, om djoko adalah seorang pendongeng Dia bercerita seolah olah pembacanya adalah para penonton drama panggung dan beliau lah naratornya Saya hampir bisa mendengar suaranya ketika membaca Sangat unik Sementara itu, ceritanya sendiri begitu aneh Nono tadinya akan menikmati liburan di desa di Malang Awalny Ku nggak ngerrtiiiiiiii adalah reaksi awal ketika membaca buku ini hingga di halaman 140an Lalu di 100 halaman berikutnya baru lebih jelas Dari gaya tulisannya saja memang keliatan jelas, om djoko adalah seorang pendongeng Dia bercerita seolah olah pembacanya adalah para penonton drama panggung dan beliau lah naratornya Saya hampir bisa mendengar suaranya ketika membaca Sangat unik Sementara itu, ceritanya sendiri begitu aneh Nono tadinya akan menikmati liburan di desa di Malang Awalnya tampak normal sampai ia mendengar legenda tentang pohon Kenari di pinggir sungai Njari Lalu tiba2 saja ia terselip waktu dan tiba di tanah Jawa kuno ketika Belanda pertama kali memasuki wilayah jawa timur Di sana, ia bertemu Trimo, yang sampai akhir ternyata memegang peranan penting Dari Trimo, nono pun nyasar ke sebuah desa dan ia tidak bisa keluar dari tempat itu lalu dipaksa bekerja di warung ibu2 galak, hampir mirip penginapan sihir di Spirited Away Di desa itu nono bertemu dengan lima pria, yang kemudian membawanya pada situasi pelik lain ketika seorang pangeran menangkap mereka dan membawanya ke hadapan Sri Ratu yang masih kecil tapi kejam Situasinya begitu aneh bahkan Nono tidak mengerti tapi tanpa daya mengikuti saja Orang2 yang ditemui Nono bukan orang biasa Bagai kisah2 silat lain, mereka punya aji ajian mandraguna Dan setelah segala keanehan lain berlanjut mencapai klimaksnya, Nono kembali ke masa nya Dan satu per satu dari keanehan peristiwa Nono mulai terungkap Sayangnya, pengungkapan misteri Nono ini malah terasa gak mulus Seolah2 om djoko mulai bosan dengan kisahnya sendiri dan sekenanya saja menyelesaikan bagian akhirnya Sampai rasanya saya bisa mendengar suara sudah ah, segitu aja yang berlalu bersama angin syuuuu


  8. Fredrik Fredrik says:

    Baca dan diskusi di sini Diskusi Anak Rembulan Baca dan diskusi di sini Diskusi Anak Rembulan


  9. Pra Pra says:

    baru saja beli setelah diulas di Tempo


  10. Klaudiani Klaudiani says:

    Just read some chapters So far so good Needs editing in a few parts, but overall, it s OK.