Pada mulanya adalah Firman Firman itu bersama sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah Johanes Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak untuk menciptakan sesuatu, maka cukuplah Dia mengatakan kepadanya Jadilah, maka jadilah ia Al Baqarah Amicus Plato, amicus Aristoteles, magis amica veritas Plato adalah temanku, juga Aristoteles, tetapi sihir adalah teman yang lebih baik dari keduanya Isaac Newton, Quaestiones Quaedam Philosophicae,Dan tanggung jawab besarlah ada pada kita Karena kita diberi anugerah untuk mencicipi kuasa yang menciptakan alam ini Kepada kitalah terbebani tugas untuk meneruskan karya agung Sang Pencipta Kredo San Sebastian Dunia Sihir telah menua dan terus dirundung krisis Melalui sebuah ramalan, Dewan Sihir Tertinggi di Shangri La, sebuah kota rahasia di negeri Tibet yang menjadi ibu kota Dunia Sihir, mengetahui bahwa krisis itu bakal dituntaskan oleh anak anak usiatahun dalam waktuminggu Francine Masissou adalah anak paling berbakat dari tujuh anak multietnis yang terpilih melalui ramalan itu Malangnya, menjelang dia dijemput menuju Shangri La, orangtuanya menjadi korban pembunuhan politik di negerinya Bersama enam teman barunya, dia kemudian memasuki sebuah dunia baru, mempelajari ilmu sihir, geometri, dan angka angka, guna mempersiapkan diri menghadapi para penyihir jahat yang berniat menghancurkan Shangri La Dan dia hanya punya waktuminggu Dalam pada itu, kaum Penghisap Darah, yang dipimpin seorang keturunan Vlad Dracul, telah berhasil menaklukkan kawanan Manusia Serigala Pertikaian dunia sihir dengan Manusia Serigala tengah memuncak Pertikaian yang nyaris setua dunia sihir ini mengancam menenggelamkan Shangri La dalam kubangan darah Mereka semua menanti kesempatan dalam kegelapanFrancine memanggul harapan banyak orang atas keselamatan Shangri La Sementara dia masih menghadapi trauma atas kematian orangtuanya, kecemburuan teman temannya yang menganggap dirinya diistimewakan, serta intrik intrik politik di Dunia Sihir Para musuh pun berusaha menyingkirkannya sejak ramalan besar itu tersiar Rencana demi rencana digulirkan Dan huru hara pun tak terhindarkan


10 thoughts on “Shangri-La (The Hidden City): Rahasia Sihir dan Angka 13

  1. Truly Truly says:

    Daya yang ada di pundakku, bangkitlahcacing putih yang ada di tulang belakangku, bangkitlahsang puter putih yang ada di mata kaki, bangkitlahsang jati putih yang ada di telapak kaki, bangkitlahaku kuat dan perkasamendapat tenaga dari AllahLaillah HaillalahtakMuhammadurasullulahMantra Menambah Kekuatandari Buku Mantra Orang Jawa oleh Supardi Djoko DamonoKalian percaya sihir Frencine tidak pada awalnya hingga suatu saat ia mengalami kejadian aneh dalam kehidupannya Paragraf Daya yang ada di pundakku, bangkitlahcacing putih yang ada di tulang belakangku, bangkitlahsang puter putih yang ada di mata kaki, bangkitlahsang jati putih yang ada di telapak kaki, bangkitlahaku kuat dan perkasamendapat tenaga dari AllahLaillah HaillalahtakMuhammadurasullulahMantra Menambah Kekuatandari Buku Mantra Orang Jawa oleh Supardi Djoko DamonoKalian percaya sihir Frencine tidak pada awalnya hingga suatu saat ia mengalami kejadian aneh dalam kehidupannya Paragraf mengenai perantas yang menggunakan t shirt gambar seorang penyihir remaja berkaca mata bundar berjubah hitam dengan sebatang tongkat pendek berdiri di depan Downing Street no 10 bertuliskan Prime Minister of Magic menunjukan walau bagaimana penulis mengagumi tokoh tersebut hingga memberikan sebuat kalimat khusus.Sedangkan paragraf mengenai Hikoza, Si Pedang Tujuh Bintang segera mengingatkan saya pada Mas Yudhi Herwibowo penulis kisah J novel dari Solo Bagian ini menunjukan keaneragaman bacaan sang penulis.Penulis juga beberapa kali menggunakan kata meluruk Maafkan pengetahuan bahasa saya yang minim, tapi sepertinya kata tersebut masih jarang digunakan Saya mencoba mencari di KKBI kok malah mumet, duh sepertinya saya kurang konsentrasi nih.lengkapnya di


  2. Dewi Kirana Dewi Kirana says:

    Kekuatan buku ini ada di tiga hal tokoh tokohnya yang multi benua dan multi etnis, penggambaran settingnya yang detail, dan sistem sihirnya yang rapi Mari kita bahas kekuatan ini satu persatu.Kayaknya udah banyak yang bilang kalau tokoh tokoh buku ini memang multi benua dan multi etnis Mulai dari Afrika, Amerika, Asia, sampai Eropa Sayang Australia nggak ada Masing masing benua ini pun terwakili daerahnya di buku ini Ada tokoh dari Asia Timur, Asia Tengah, Timur Tengah, dan seterusnya San Kekuatan buku ini ada di tiga hal tokoh tokohnya yang multi benua dan multi etnis, penggambaran settingnya yang detail, dan sistem sihirnya yang rapi Mari kita bahas kekuatan ini satu persatu.Kayaknya udah banyak yang bilang kalau tokoh tokoh buku ini memang multi benua dan multi etnis Mulai dari Afrika, Amerika, Asia, sampai Eropa Sayang Australia nggak ada Masing masing benua ini pun terwakili daerahnya di buku ini Ada tokoh dari Asia Timur, Asia Tengah, Timur Tengah, dan seterusnya Sangat politically correct dah Anehnya tokoh Indonesia nya malah nggak ada Entah ini karena pengarang nggak mau dituduh kelewat nasionalis buku Indonesia mesti ada tokoh Indonesia nya atau memang nggak ada penyihir Indonesia yang cukup kuat sehingga layak disebut di buku ini hahaha.Tokoh tokoh di buku ini sangat banyak Sebut saja tujuh Perantas dan tujuh anak magangnya Belum ditambah Nischal, Jane, para Dewan Tertinggi Shangri La, dan seterusnya Penulis memang berhasil memberikan karakterisasi yang cukup unik untuk setiap tokohnya sehingga mereka berhasil dibedakan Sayangnya karakterisasi ini memang hanya kulit luarnya saja Bahkan tokoh tokoh utamanya pun jadi kurang tergali karakternya Tapi secara keseluruhan penulis sudah berhasil membangun karakterisasi ini dengan cukup baik.Ada satu hal yang kuprotes soal karakterisasi ini Di akhir akhir cerita John Stanton, si Perantas paling hebat dan guru Francine, digambarkan membanting banting kaki karena kesal Penggambaran ini membuat selera bacaku terjun bebas ke titik minus Ayolah, sepanjang cerita John digambarkan sebagai sosok pria yang cool, hebat, tenang, berkepala dingin namun sanggup mengambil keputusan cepat di tengah sebuah pertarungan Lalu dia banting banting kaki karena kesal Image nya langsung hancur berantakan jadi remaja alay dan emosional Masih banyak cara lain untuk menggambarkan kekesalan seseorang, kali Makian Sial nya saja sebenernya udah cukup, nggak perlu dibuat hiperbolik dengan banting banting kaki segala.Kedua, penggambaran settingnya sangat detail Mulai dari kamar Francine di N djamena, lobi penginapan Nischal Agarwal di Tibet, sampai istana pualam putih di Shangri La Juga makanan khas, transportasi khas, dan seterusnya Hal ini menunjukkan kalau penulis betul betul sudah melakukan riset yang matang, selain karena penulis betul betul sudah pergi ke salah satu tempat tersebut tertulis di akhir buku.Sayangnya masih ada sedikit kekurangan dalam penggambaran ini Lobi penginapan Nischal memang digambarkan dengan detil, tapi sama sekali nggak disebutkan penerangan di tempat itu pakai apa, padahal setting nya sedang malam hari Pakai lilin Lampu minyak Sihir Jadinya aku membayangkan lobi itu dalam keadaan siang hari, yang jelas jelas nggak match sama settingnya yang saat itu digambarkan sedang malam hari.Kekuatan ketiga terletak pada sistem sihir di Shangri La yang penulis susun dengan baik Ada tiga level mantra, yang antara mantra level satu, dua, dan tiganya memiliki nama sama namun ada akhiran atau awalan yang sama contohnya Thunrazkhagjia Thunrazkhrengaz Thunrazstakhala Di atas itu pun masih ada sihir tingkat empat dan lima yang tidak sembarang orang bisa menguasainya Sebenarnya sistem seperti ini sudah sering dipakai di JRPG uhuk dengan penamaan yang lebih simpel uhuk tapi oke lah Masih bisa kuterima.Kekurangan buku ini ada beberapa Yang pertama adalah masih ada beberapa kesalahan penulisan Sinar matahari digambarkan menembus tirai di kamar Francine, padahal saat itu pukul 03.45 pagi hal 25 Awalnya kupikir ini karena malam dan siang di N djamena memang beda dengan di Indonesia bisa saja matahari sudah terbit jam segitu di sana tapi di penceritaan seterusnya digambarkan kalau kamar Francine itu gelap.Hal 81 Titik putih itu tampak seperti sebuah tetes darah yang segar dan mengundang di tengah padang yang putih kemilau titik merah kali seharusnya.Hal 317, Master Aleksey digambarkan sudah menarik keluar barsomnya Tapi beberapa paragraf berikutnya ia digambarkan menarik keluar lagi barsomnya Sempet disimpen dulu barsomnya, makanya bisa ditarik keluar lagi, atau gimana nih Kekurangan lainnya adalah pertempuran akhir di buku ini cenderung datar dan kelewat cepat selesainya Baru adu beberapa mantra sihir, eh udah kalah Rasanya nggak seimbang aja ama semua build up yang sudah disusun sepanjang 3 4 cerita.Dan ending ceritanya view spoiler Kenapa Preteanu bisa masih hidup Apa karena mantra tingkat lima Penghancur Sukma yang sempat dia sebut sebut Ketiadaaan keterangan jelas mengenai hal ini jujur membuat kenikmatan membacaku jatuh drastis hide spoiler Lalu di buku ini ada adegan Danny memberi minum ramuan pada Tara yang sedang pingsan hal 452 453 Ayolah, orang orang dan para penulis Orang pingsan itu sama sekali nggak boleh dikasih minuman apa pun Coba tolong baca prinsip prinsip dasar Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Secara keseluruhan, kisah dalam buku ini sudah digambarkan dengan sangat baik, rapi, dan detil Masih jarang lho ada penulis fantasi Indonesia yang bisa seperti ini Sayang tone ceritanya agak datar, dan endingnya kurang diengkapi dengan penjelasan yang memuaskan


  3. Rike Jokanan Rike Jokanan says:

    Wow Saya suka buku ini dalam hal topiknya.Secara bahasa lebih memper ke bahasa terjemahan Ada beberapa kata baru yang baru saya kenal seperti perantas, barsom, dll Ada beberapa typo yang saya catat di cellphone saya yang mungkin kalau tak terlupakan akan saya kirim ke Penerbit Dolphin.Basically yang bikin saya suka cerita ini adalah karena tokoh utamanya Francine Masissou adalah seorang gadis remaja kulit hitam montok yang secara fisik tidak bisa dibilang sempurna Bahkan dibanding Wow Saya suka buku ini dalam hal topiknya.Secara bahasa lebih memper ke bahasa terjemahan Ada beberapa kata baru yang baru saya kenal seperti perantas, barsom, dll Ada beberapa typo yang saya catat di cellphone saya yang mungkin kalau tak terlupakan akan saya kirim ke Penerbit Dolphin.Basically yang bikin saya suka cerita ini adalah karena tokoh utamanya Francine Masissou adalah seorang gadis remaja kulit hitam montok yang secara fisik tidak bisa dibilang sempurna Bahkan dibanding Tara, salah satu tokoh pembantu dia kalah keren Tapi jangan salah tentu si Francine ini menang di kesaktian dan kecepatan berpikir dongYang bikin lebih seneng lagi adalah tokoh John Stanton sang guru buat Francine Dalam bayangan saya kok dia keren ya Bule yang nggak tingg tinggi banget tapi tetap sedap dipandang mata hihihi Segitu dulu deh Kalian semua mesti baca deh ini buku


  4. Nina Nina says:

    Kapan lanjutannya


  5. Anissa Oktaviana Anissa Oktaviana says:

    akhiirrnyaa selesai juga dan udah gak penasaran lagi terlalu banyak deh kalo mau ditulis pokoknya 1 hal deeh kereeenn,tapi masih penasaran sama tetua putih dan tetua hitam itu siapa


  6. lita lita says:

    buat siaran


  7. Agustinus Vergio Agustinus Vergio says:

    mantep euy jalan ceritanya, semoga ada seri ketiga nya


  8. Ardani Subagio Ardani Subagio says:

    Bintang 3,5 Review Menyusul.


  9. Manikmaya Manikmaya says:

    Multi etnis, multi negara, multi mitos.Review menyusul, tapi buku ini sangat direkomendasikan bagi seluruh pecinta buku fantasi.


  10. Admiral Pratama Admiral Pratama says:

    I love this kind of novel