3.5 Sederhana tapi menyentuh, dan bukannya novel ringan dalam arti kandungan cerita, meskipun betul ringan dalam konteks jumlah halaman. Lelah setelah membaca Chomsky, lelah karena hampir setiap hari bergelut dengan buku teks yang berbahasa Inggris, aku memutuskan untuk membeli buku Tohari yang satu ini Sebenarnya sudah ada dalam daftar bacaku, hanya saja aku selalu melewatkannya dengan alasan ingin membaca buku YA barat yang sedang ramai dibicarakan oleh kaum Booklr Maka kembalilah aku pada penulis Indonesia favoritku ini.Gaya Bahasa, Kosa Kata, dan PenyampaianKalau sudah pernah membaca karya Tohari yang paling fenomenal, Rong Lelah setelah membaca Chomsky, lelah karena hampir setiap hari bergelut dengan buku teks yang berbahasa Inggris, aku memutuskan untuk membeli buku Tohari yang satu ini Sebenarnya sudah ada dalam daftar bacaku, hanya saja aku selalu melewatkannya dengan alasan ingin membaca buku YA barat yang sedang ramai dibicarakan oleh kaum Booklr Maka kembalilah aku pada penulis Indonesia favoritku ini.Gaya Bahasa, Kosa Kata, dan PenyampaianKalau sudah pernah membaca karya Tohari yang paling fenomenal, Ronggeng Dukuh Paruk, aku rasa pembaca tetap tahu bagaimana gaya bahasa dan cara penyampaian pesan yang ditulis olehnya Tegas, namun dengan rangkaian diksi yang indah Permainan kata katanya bagiku tidak sembarang memberikan arti denotasi, ada unsur konotasi yang ternyata masih relevan dengan keadaan masyarakat Indonesia saat ini Meskipun buku ini ditulis pertama kali pada tahun 1994, tetapi permasalahn sosial yang diangkat oleh Tohari masih saja ada di negara kita Tulisannya selalu menyoroti masalah sosial, seakan memberi sindirian bahwa negara Indonesia yang katanya merdeka ternyata tidak sepenuhnya bebas Penggunaan kosa katanya masih konsisten Siapapun yang sudah pernah membaca karya Tohari pasti tahu kata kata yang sering ia sematkan di dalam cerita Khas Tohari itulah yang membuat aku suka dengan tulisan tulisannya dan dalam tahap mengoleksi karya karya beliau Khas tulisan pada era itu namun tidak membingungkan Malahan memberi perasaan tersendiri kepada pembaca bahwa tulisan Tohari tidaklah sama dengan yang ada di pasaran saat ini Kalau boleh aku berpendapat, membaca tulisan Tohari secara langsung menambah perbendaharaan kata kita, di samping pembaca menjadi peka dan mau melihat ke bawah.PlotDi awali dengan kilas balik keadaan desa Tanggir yang berada di kaki bukit Cibalak, tentang bagaimana masyarakat desa itu secara umum dan pak lurahnya Barulah kemudian cerita di dalamnya menjadi beralur maju Sudut pandang yang diambil adalah dari orang ketiga serba tahu.PenokohanTokoh utama dari kisah desa Tanggir ini adalah seorang pemuda berusia 24 tahun bernama Pambudi Kalau bagiku pribadi, sosok Pambudi digambarkan sebagai lelaki yang pasti ingin dinikahi Wataknya serba positif, tidak mudah tersulut amarah, ditambah dengan ketulusannya ketika membantu sesama Tokoh utama ini aku rasa agak sulit ditemukan di tanah yang sudah terpaksa menjadi modern atas nama pembangunan dan kemajuan bangsa, padahal itu semua adalah alibi kapitalis Memang sih ada kemungkinan orang orang seperti Pambudi belum punah, tapi aku rasa kecil kemungkinannya bukan Tokoh lawan dari Pambudi adalah seseorang bernama Pak Dirga Namanya juga lawan, seakan semua perangai buruk ada padanya Tohari menggambarkan Pak Dirga seperti apa yang terjadi pada banyak pejabat sekarang berbohong agar keuntungan yang melimpah masuk ke kantong pribadinya Pak Dirga pun tidak hanya berlaku curang, melainkan juga melakukan guna guna agar tercapai tujuannya itu Gambaran Pak Dirga kurang lebih bagiku seperti memberi tahu mereka yang ada di perkotaan, bahwa akibat modernisasi, tingkah laku orang orang desa yang kabarnya sangat humanis berubah menjadi hanya berorientasi pada uang semata.Masih ada lagi tokoh pendukung seperti Sanis dan Mbok Ralem Namun keduanya bukanlah fokus utama dari buku ini.Ide CeritaTetap yang diangkat oleh Tohari adalah isu isu sosial Bahwa kemajuan yang diidolakan oleh banyak orang desa ternyata hanya sebatas pada fasilitas tanpa adanya perkembangan untuk sektor pendidikan bahkan kesejahteraan hidup orang desa itu sendiri Yang kaya akan semakin kaya karena bisa membodohi orang orang yang sudah bodoh itu Praktik KKN bahkan sudah dimulai semenjak berada di taraf desa hingga akhirnya fitnah demi fitnah menyebar untuk menutupi kejahatan oknum yang korup Belum lagi soal menjadi yang benar diantara mereka yang salah dianggap sebagai suatu keburukan Menolak bekerja sama melakukan tindakan korupsi dianggap sebagai perbuatan tercela yang membuat orang akhirnya menerima fitnah dan terpaksa melangkah pergi Tohari pandai menuliskan kisah tersebut dan sangat terasa sebagai fenomena sosial yang memilukan namun tetap eksis hingga kini Diantara rumitnya kehidupan pedesaan yang penuh intrik dan guna guna, Tohari masih sempat menyelipkan kompleksitas kisah percintaan Konfliknya hampir mirip dengan kisah Ronggeng Dukuh Paruk, si perempuan pendidikannya tidak setinggi si laki laki, belum lagi adanya halangan halangan dan pergolakan batin yang menyakitkan Tohari selalu tampil dengan konflik sosial pedesaan ketimbang perekonomiannya Membuat pembaca terbelalak bahwa adanya fasilitas yang memudahkan lantas tidak membuat hidup pedesaan jadi lebih makmur dan sejahtera Fasilitas fasilitas tersebutlah yang menjadi penyebab nilai nilai luhur pedesaan menjadi luntur Teguran Tohari pada bab terakhir begitu nyata Teguran yang ditujukan kepada pembacanya yang pasti, tidak berada di pedesaan Tegurannya seperti tamparan panas yang menghampiri pipi Aku berani beri 5 bintang dari 5 bintang karena bagiku kisah yang berada di kaki bukit Cibalak seperti memang benar terjadi Belum lagi permainan kosa katanya yang indah dan mudah diikuti Aku bingung ingin mengatakan apa lagi selain, bacalah buku ini Pilihan..Pambudi seorang pemuda baik dan santun dari Desa Tanggir, ia dihadapkan oleh sebuah pilihan ikuti perintah atau menentang perintah lurahnya Ia memilih pilihan yang kedua, ia menentang perintah lurahnya, Pak Dirga Pilihannya ini membuatnya harus menerima konsekuensi, terasing dan disingkirkan Harga yang harus dibayar dari sebuah idealisme dari anak muda ini, atas dorongan dari sahabatnya, suatu saat Pambudi bisa membalas perbuatan jahat dan fitnah yang ditujukan kepadanya dengan cara Pilihan..Pambudi seorang pemuda baik dan santun dari Desa Tanggir, ia dihadapkan oleh sebuah pilihan ikuti perintah atau menentang perintah lurahnya Ia memilih pilihan yang kedua, ia menentang perintah lurahnya, Pak Dirga Pilihannya ini membuatnya harus menerima konsekuensi, terasing dan disingkirkan Harga yang harus dibayar dari sebuah idealisme dari anak muda ini, atas dorongan dari sahabatnya, suatu saat Pambudi bisa membalas perbuatan jahat dan fitnah yang ditujukan kepadanya dengan cara yang cerdas dan cara yang terhormat Perubahan..Bukit Cibalak, bukit yang awalnya rindang penuh pepohonan dan satwa yang menghuni didalamnya, makin lama makin terdegradasi hingga habis tak tersisa, tidak ada pohon, tidak ada satwa, dan bahkan tidak ada air Cuma seonggok bukit kapur Semua itu terjadi karena sikap serakah dari manusia, mengambil semua pohon jati yang ada dan membakar habis bukit itu pada masa kerusuhan politik tahun 1965.Ajaran dari buku iniI have not begun to fight yet Kata seorang Admiral terhadap pemberontakkan yang dilakukan oleh anak buahnya sendiri Dalam kasus Pambudi ia belum cukup modal untuk menantang berkelahi terhadap kepalsuan dan kemunafikan yang terjadi di desanya.Satu hal yang pasti disini, setiap orang terlepas ia berbuat baik atau buruk akan mendapatkan kharmanya masing masing Buku tipis dengan cerita yang sederhana, tidak se kompleks cerita dalam Ronggeng Dukuh Paruk Buku yang layak untuk diajarkan sebagai bahan pembelajaran moral, ada aspek cinta lingkungan, saling toleransi dan menghargai sesama manusia.Satu lagi, ada sebuah kisah cinta unik, kisah cinta antara Mulyani dan Pambudi Kalau kau ingin membaca buku yang lokalitasnya kuat, bacalah buku buku karya Ahmad Tohari.Kalau kau ingin belajar banyak tentang kearifan lokal, bacalah karya karya beliau Berkisah tentang Pamudi, seorang pemuda dari desa Tanggir, yang peihatin dengan keadaan desanya, khususnya yang berkenaan dengan pengelolaan koperasi di desanya Koperasi yang diharapkannya membantu seorang warga yang hendak berobat ke kota, ternyata tak mrembantu apa apa.Sehingga dengan caranya, Pambudi mencari biaya sendi Kalau kau ingin membaca buku yang lokalitasnya kuat, bacalah buku buku karya Ahmad Tohari.Kalau kau ingin belajar banyak tentang kearifan lokal, bacalah karya karya beliau Berkisah tentang Pamudi, seorang pemuda dari desa Tanggir, yang peihatin dengan keadaan desanya, khususnya yang berkenaan dengan pengelolaan koperasi di desanya Koperasi yang diharapkannya membantu seorang warga yang hendak berobat ke kota, ternyata tak mrembantu apa apa.Sehingga dengan caranya, Pambudi mencari biaya sendiri dengan bantuan suratkabar Kalawarta Tapi ternyata langkahnya tak disukai Dirga, lurah di desanya.Dirga melakukan banyak cara untuk menyingkirkan Pambudi Selalu suka membaca karya Pak AT.Adem, tenang dan membumi banget Buku Ahmad Tohari pertama yang aku baca Patutlah jika nama beliau termasuk yang disegani dalam kancah penulisan di Indonesia Buku yang ringan namun dalam Beliau pandai bermain kata kata tanpa harus mengernyitkan sudut mata pembacanya Suka buku ini Walaupun kalau ingat Pak Dirga, salah satu tokoh di buku ini, aku jijik bukan kepalang 8,5 10 Perubahan yang mendasar mulai merambah desa Tanggir pada tahunan Suara orang menumbuk padi hilang, digantikan suara mesin kilang padi Kerbau dan sapi pun dijual karena tenaganya sudah digantikan traktor Sementara, di desa yang sedang berubah itu muncul kemelut akibat pemilihan kepala desa yang tidak jujur Pambudi, pemuda Tanggir yang bermaksud menyelamatkan desanya dari kecurangan kepala desa yang baru malah tersingkir ke Yogya Di kota pelajar itu Pambudi bertemu teman lama yang memintanya meneruskan belajar sambil bekerja di sebuah toko Melalui persuratkabaran, Pambudi melanjutkan perlawanannya terhadap kepala desa Tanggir yang curang, dan berhasil Tetapi pemuda Tanggir itu kehilangan gadis sedesa yang dicintainya Dan Pambudi mendapat ganti, anak pemilik toko tempatnya bekerja, meski harus mengalami pergulatan batin yang meletihkan Sehabis membaca novel tipis ini saya bertanya Intrik pedesaan macam apa yang belum dituliskan oleh Ahmad Tohari Maka novel novel setelah Ahmad TOhari, yang berlatar budaya agraris Jawa dan pedesaan tidak akan sehebat Ahmad Tohari Hal ini sangat mungkin disebabkan karena Ahamd Tohari menjalaninya sendiri kehidupan desa itu.Berkisah tentang kehidupan Desa Tanggir, di kaki Bukit Cibalak Pak Dirga adalah lurah yang culas, korup, dan bajul istilah di novel ini untuk menyebut suka main perempuan Sehabis membaca novel tipis ini saya bertanya Intrik pedesaan macam apa yang belum dituliskan oleh Ahmad Tohari Maka novel novel setelah Ahmad TOhari, yang berlatar budaya agraris Jawa dan pedesaan tidak akan sehebat Ahmad Tohari Hal ini sangat mungkin disebabkan karena Ahamd Tohari menjalaninya sendiri kehidupan desa itu.Berkisah tentang kehidupan Desa Tanggir, di kaki Bukit Cibalak Pak Dirga adalah lurah yang culas, korup, dan bajul istilah di novel ini untuk menyebut suka main perempuan Lalu dikonfrontasikan dengan Pambudi, pemuda Tanggir yang meski hanya bersekolah SMA tetapi memiliki pmikiran lebih maju dan jujur Bahkan Pambudi berani melawan Lurah Dirga karena tidak mau membantu pengobatan Mbok Ralem, yang terkena kanker Berkat kecerdikan Pambudi, dan kerjasama dengan surat kabar Kalawarta di Yogya untuk membuat dompet amal, Mbok Ralem sembuh dan berhasil operasi Maka konfliknya bermula di sini Lurah Dirga merasa dilangkahi dan menganggap Pambudi duri dalam daging Terlebih diam diam pambudi juga menarih hati dengan Sanis, anak Pak Modin yang juga dialem oleh Lurah Dirga si lelaki bajul Demi menjaga ketenangan, Pambudi merantau ke Yogya Menemui teman SMA nya yang kuliah di sana Sebelum kuliah Pambudi bekerja di toko jam tangan, dan disana bertemu dengan anak juragannya, Mulyani Pambudi kuliah dan bekerja sebagai wartawan di Kalawarta Sedang Mulyani yang mencintai Pambudi, sebagai adik tingkat di kampus Pambudi Intriknya ada di sanaTetapi novel ini seperti membenturkan dua kubu Kubu Pak Dirga dan Kubu Pambudi.Kubu orang tua kolot dan kubu anak muda dengan semangat meletup2 unutk perubahan Juga ada kubu modernisasi dan kubu tradisi, saat Lurah Dirga bermaksud mengguna guna Pambudi atau Bu Lurah Dirga yang mendatangi dukun Semua ada tumplek blek di novel ini Semacam sebuah keniscayaan akan perubahan Ada yang kolot kekeh mempertahankan adan ynag sudah melaju dengan cepat.Tetapi ternyata jiwa Pambudi tetaplah jiwa anak muda Tanggir, yang bersifat kawula, dengan falsafah wani ngalah luhur wekasane Maka saat di akhir akhir, Pambudi terjerat permasalahan asmara dengan Mulyani, Pambudi sadar diri Dan terus saja menyimpan rasa sukanya pada anak juragannya itu Entah Pembudi sedang diam merencanakan sesuatu, atau justru kembali memakai falsafah sebagai kawula yang tak masalah harus terus mengalah Karena novel ini diakhiri dengan tidak menyebutkan solusi itu Cibalak diam, sabar menanti apa pun yang bakal terjadi pada dirinya Tetapi seolah olah Cibalak mengerti seorang pecintanya sedang pergi meninggalkannya Seandainya ia bisa bertutut kata, pastilah Cibalak akan berseru, Karena Mulyani, apakah kau akan meninggalkanku, Pambudi Seruannya tidak pernah terdengar orang Dan Bukit Cibalak membisu abadi.Sepintar pintarnya orang, memajukan tempat tinggal adalah kewajiban pertama 2010 52 Isu kelestarian lingkungan yang ditukar oleh sikap konsumtif mengawali cerita ini Melihat hutan yang semakin berkurang, pembangunan pedesaan yang berlandaskan kekuasaan, membuat miris Apa yang ditulis oleh Tohari mungkin benar benar terjadi bertahun tahun lalu Seorang Lurah selalu tamak, dan hobi berganti istri Seorang camat yang hanya takut pada atasan Seperti kisah kisah di sinetron karya Nizar Zulmi dan Tabah Penemuan yang sering diputar di TVRI dulu.Duh, Indonesia Mudah mudaha 2010 52 Isu kelestarian lingkungan yang ditukar oleh sikap konsumtif mengawali cerita ini Melihat hutan yang semakin berkurang, pembangunan pedesaan yang berlandaskan kekuasaan, membuat miris Apa yang ditulis oleh Tohari mungkin benar benar terjadi bertahun tahun lalu Seorang Lurah selalu tamak, dan hobi berganti istri Seorang camat yang hanya takut pada atasan Seperti kisah kisah di sinetron karya Nizar Zulmi dan Tabah Penemuan yang sering diputar di TVRI dulu.Duh, Indonesia Mudah mudahan lulusan STPDN sekarang yang suka tendang menendang itu menggunakan kekerasannya untuk melawan kecoa kecoa yang menggerogoti uang rakyat Bukannya untuk menakuti warganya sendiri Akhirnya kurang menggigit, walaupun ide ceritanya menarik Seandainya diolah lebih dramatis, mungkin lebih seru Buku roman Indonesia biasanya ambil cerita dan bahasa yang agak berat Tapi buku ini ceritanya enteng dan menarik Tiap tokoh punya karakter yang unik dan akhirnya masing masing punya porsi yang pas buat cerita ini.Sebenarnya tema buku ini lumayan berat KKN Tapi Ahmad Tohari berhasil mengangkat tema KKN ini jadi ringan Yaaa itu tadi, enteng dan menarik KKN, masalah sosial kemanusiaan, dibumbui sedikit percintaan bikin ceritanya makin syedap Oh, ada juga sedikit dukun dukunan juga disini Ib Buku roman Indonesia biasanya ambil cerita dan bahasa yang agak berat Tapi buku ini ceritanya enteng dan menarik Tiap tokoh punya karakter yang unik dan akhirnya masing masing punya porsi yang pas buat cerita ini.Sebenarnya tema buku ini lumayan berat KKN Tapi Ahmad Tohari berhasil mengangkat tema KKN ini jadi ringan Yaaa itu tadi, enteng dan menarik KKN, masalah sosial kemanusiaan, dibumbui sedikit percintaan bikin ceritanya makin syedap Oh, ada juga sedikit dukun dukunan juga disini Ibarat masakan, ini pas, nggak kemanisan, nggak keasinan, dan mudah dicerna apasihBTW makasih Sulin yang udah mau minjemin bukunya hehe