Zaman kalian Penyihir Lama akan berakhir Akan tiba waktu Para Penyihir Fana seperti kami Sebuah ledakan besar yang misterius terjadi di Pennines, Inggris Anak anak berbakat alkemi menghilang dari Semenanjung Arab dan Asia Kecil Gaspar Deuxcroix mengatakan ingin bertemu musuh bebuyutannya, Arderydd ab Don alias Edward Twickenham Ivar Eidfjord, sahabat Edward, tak lagi bisa melihat Masa DepanBerbagai misteri baru yang saling berjalin menanti untuk diuraikan semua berakar pada sebuah dendam yang bangkit setelah terkubur lama dan menuntut balas, meskipun akan menyeret seluruh dunia ke dalam Arah Sejarah yang baru Edward pun dihadapkan kepada pilihan berat bersedia membantu Dewan Penyihir yang ia benci, atau membiarkan orang yang ia sayangi terancam bahaya


10 thoughts on “The Grey Labyrinth

  1. miaaa miaaa says:

    The best part of this book is the magnificent historical background that requires decent researches If such historical romance can get avid readers, I believe historical fantasy should share the same virtue Other favourite parts from this series strong characters Since Tyas posted her interview with two of the main characters Edward and Ivar , I personally embraced them as living characters Maybe they are And oh I kind of have a crush with William Grey lol Jalinan ceritanya masih seru The best part of this book is the magnificent historical background that requires decent researches If such historical romance can get avid readers, I believe historical fantasy should share the same virtue Other favourite parts from this series strong characters Since Tyas posted her interview with two of the main characters Edward and Ivar , I personally embraced them as living characters Maybe they are And oh I kind of have a crush with William Grey lol Jalinan ceritanya masih seru Konfliknya lebih jelas dibanding buku pertama, dan rasanya luar biasa senang dan bangga membaca karya penulis fantasi lokal sekeren ini Jelas Tyas melakukan riset sejarah dunia dengan tekun, jadi selain berfantasi aku juga belajar lebih dalam tentang sejarah abad pertengahan Aku rasa Tyas semakin menemukan jalur yang pas untuk karya karyanya, Historical Fantasy Dan menurutku itu luar biasa.Sebuah kebanggaan bisa membaca karya ini, dan bertemu kembali dengan Edward, Ivar dan William Sayang sekali Ivar harus melepaskan rambut palsunya, sepertinya menjadi pengikut mode agak sulit bagi penyihir sepertinya hehe selesai dibaca di atas pesawat Medan Jakarta dan sukses menarik perhatian orang gara gara cekikikan melihat kelakuan Ivar


  2. Luz Balthasaar Luz Balthasaar says:

    Repiu saia di Fikfanindo, seperti biasa Enjoy Repiu saia di Fikfanindo, seperti biasa Enjoy


  3. Hana Eka Hana Eka says:

    Lumayan bagus Masih dapat dikembangkan lebih jauh.


  4. Dewi Kirana Dewi Kirana says:

    Pertama tama aku ingin berkomentar soal sampulnya Dari semua sampul fikfan lokal yang sudah pernah kulihat, sampul buku ini adalah salah satu yang paling keren, karena menurutku udah mirip banget sama sampul sampul fikfan buatan luar negeri yang asli keren dan menggugah siapa saja buat membeli bukunya Thumbs up buat Tyo Bvs sebagai desainernya Lanjut ke penulisannya, gaya penulisan Mbak Tyas Palar masih sama seperti buku satunya Simpel tapi mudah dibaca dan enak banget diikutin Nyaris nggak Pertama tama aku ingin berkomentar soal sampulnya Dari semua sampul fikfan lokal yang sudah pernah kulihat, sampul buku ini adalah salah satu yang paling keren, karena menurutku udah mirip banget sama sampul sampul fikfan buatan luar negeri yang asli keren dan menggugah siapa saja buat membeli bukunya Thumbs up buat Tyo Bvs sebagai desainernya Lanjut ke penulisannya, gaya penulisan Mbak Tyas Palar masih sama seperti buku satunya Simpel tapi mudah dibaca dan enak banget diikutin Nyaris nggak ada typo, kecuali di hal 11 di mana tiba tiba William memanggil gurunya dengan nama Edward, padahal sebelumnya dengan nama Arderydd.Yang membaca buku satu pasti tahu kalau Edward adalah nama samaran yang digunakan Arderydd Tapi buat pembaca yang membaca buku ini tanpa buku sebelumnya pasti bingung kenapa tiba tiba William memanggil Arderydd dengan nama Edward.Kesalahan ini juga terulangi di hal 123, di mana Emilia memanggil Vespaccio dengan nama aslinya, padahal digambarkan kalau Emilia yang adalah manusia biasa hanya mengenal Vespaccio yang adalah penyihir dengan nama samarannya yaitu Pietro.Lanjut, gaya penulisan buku ini yang berpindah dari satu kejadian ke kejadian lain malah terbaca sangat menarik buatku Ada misteri yang dibangun di sini, dengan petunjuk petunjuk kecil maupun besar dilempar di sana sini Asli membuatku nyaris nggak bisa berhenti membacanya, mencoba menganalisa dan menebak nebak apa sebenernya kaitan semua kejadian itu, dan siapa sebenarnya dalang di balik semuanya Tapi bagi pembaca lain, ada kemungkinan gaya penceritaan seperti ini malah membuat bingung, karena benang merah yang menghubungkan tiap tiap kejadian tersebut sangat tidak kentara Ditambah dengan sedemikian banyaknya tokoh yang harus diingat dalam jangka waktu yang cukup singkat, membuat kebingungan itu akan semakin bertambah dan bukannya tidak mungkin membuat pembaca lantas malas melanjutkan membaca.Mengenai tokoh tokoh itu sendiri, sebenarnya Mbak Tyas sudah menggambarkannya dengan sangat baik, membuatku bisa mengingat mereka semua dengan mudah Tokoh tokoh dari buku satu tetap memiliki karakterisasi yang konsisten dengan sebelumnya Tokoh tokoh yang baru dimunculkan di buku ini juga memiliki karakteristik yang berbeda beda sehingga bisa dibedakan dengan mudah Dan poin plusnya juga adalah karakterisasi beberapa tokoh di antaranya yang cukup mudah untuk disukai baca di fangirling kan Favoritku sendiri adalah Tariq yeah Tariq rule XD dan favoritku yang baru, William Gray DMenurutku kekurangan buku ini ada pada saat terungkapnya tokoh antagonis utama dari cerita ini view spoiler Begitu muncul nama William Pit, aku langsung menjerit, What Who the heck is that Emang sebelumnya udah diceritain siapa William Pit ini Aku memang bukan orang yang senang mendalami sejarah, jadi aku tak tahu menahu soal siapa itu William Pit yang ternyata adalah tokoh yang beneran ada Yang aku sayangkan adalah penjelasan mengenai William Pit ini hanya ada sebatas obrolan politik singkat antara William Gray dan teman temannya Udah, gitu aja Nggak cukup banyak untuk meninggalkan impresi di otakku, sehingga langsung ku dismiss sebagai hanya salah satu fakta sejarah yang nice to know tapi nggak berperan penting dalam cerita.Dan ternyata tiba tiba saja si fakta nice to know ini jadi dalang utama di balik semua kejadian yang terjadi Are you kidding me Rasanya jadi kayak ngebaca kalau di dunia Middle Earth nya The Lord of the Ring ada seorang raja yang berkuasa di suatu kerajaan, tapi cuma dikasih tau gitu doang tanpa penjelasan lebih lanjut, dan tiba tiba di akhir cerita dikisahkan kalau si raja inilah penguasa the One Ring dan penyebab semua kekacauan yang mengikutinya.So much for twisting my mind when guessing who the real culprit was Menurutku ada baiknya tokoh William Pit ini digambarkan lebih banyak Apa saja tindakannya, apa pemikirannya, apa kepentingannya, yang membuatnya jadi terasa hidup dan nyata di cerita, daripada hanya sekedar fakta nice to know hide spoiler Terlepas dari kekurangan itu, buku ini jelas adalah buku yang sangat nikmat untuk dilahap Direkomendasikan untuk semua pembaca yang menginginkan cerita yang mudah diikuti namun tetap sangat menarik untuk diselami, atau yang suka membaca kisah fiksi sejarah yang ditulis dengan sangat rapi, atau yang menyenangi kisah misteri yang dijalin dengan hati hati dengan petunjuk petunjuk yang diberikan sedikit demi sedikit


  5. Harumichi Mizuki Harumichi Mizuki says:

    Sama kayak buku sebelumnya Ini aku dapat dari Ayu Puspita yang lagi shelf sale bukan self sale lHO huahahah Dan tahu keberadaan buku ini dari review Mbak Luz di fikfanindo.Sooo kebayang betapa gembiranya daku waktu tahu Ayu berniat melepas novel ini uhuk uhukNggak seperti prekuelnya, buku ini lebih mudah dinikmati karena unsur catatan sikilnya dihilangkan semua Aneh deh aku ini Pas baca prekuelnya ngeluh karena catatan sikilnya kebanyakan Pas baca ini, aku jadi merasa ada yang kurang ket Sama kayak buku sebelumnya Ini aku dapat dari Ayu Puspita yang lagi shelf sale bukan self sale lHO huahahah Dan tahu keberadaan buku ini dari review Mbak Luz di fikfanindo.Sooo kebayang betapa gembiranya daku waktu tahu Ayu berniat melepas novel ini uhuk uhukNggak seperti prekuelnya, buku ini lebih mudah dinikmati karena unsur catatan sikilnya dihilangkan semua Aneh deh aku ini Pas baca prekuelnya ngeluh karena catatan sikilnya kebanyakan Pas baca ini, aku jadi merasa ada yang kurang ketika di dalamnya tak ada catatan sikil sama sekali Kangen gitu PLAK Cerita buku ini lebih jelas dan menegangkan daripada yang sebelumnya Ada twist yang sebenarnya dimulai dari prolog Dan itu akan dijelaskan di epilognya Epic banget Menggabungkan unsur realis, sejarah dan fantasi sekaligus Aku jadi mikir apa Merlin ini beneran ada Dan apakah dewan penyihir itu memang bener2 ada dan mengawasi manusia sampai sekarang heheheSosok Merlin di sini benar benar mengejutkan Mbak Tyas benar benar bikin aku terkezut setelah semua tabir dan topeng terbuka wuah bahasaku XD Yang jelas karakter Merlin di sini benar benar memaksimalkan isu bahwa Merlin itu setengah incubus Well Yang udah akrab dengan Merlin versi Arthurian Legend jelas bakal terkaget kaget kalau membaca karakter Merlin versi Mbak Tyas ini.Aniwei, aku rating buku ini jadi cuma tiga bintang karena aku lagi ngambek Pas aku coba iseng PM Mbak Tyas buat nanyain kelanjutan buku ini, Mbak Tyas bilang masih belum ada kepastian Bisa jadi buku ketiganya nggak akan pernah ada berarti setelah dia selesai studi dari Jepang pun belum tentu ini akan lanjut.TEGAAAA Dosa terbesar penulis adalah membiarkan pembaca dalam penantian panjang tanpa akhir Padahal, si pembaca udah excited banget baca buku2 prekuelnya Tapi pas nunggu sekuel yg dijanjikan Pffft kau Pehapeh akuuuuhhh


  6. Rusdin Rusdin says:

    good book to read


  7. Yuu Sasih Yuu Sasih says:

    Buku kedua dari trilogi The Search For Merlin Protes pertama, nama serinya jauh lebih besar daripada judul bukunya, hingga bahkan sampai setelah saya beli bukunya, saya baru sadar kalau judulnya bukanlah The Search For Merlin, tapi The Grey Labyrinth Buku kedua ini mengisahkan tentang Dewan Penyihir, yang setelah kehilangan Merlin yang sengaja menghilang, bukan karena meninggal atau bagaimana mulai kehilangan pengaruhnya seiring dengan bertambahnya penyihir penyihir fana Hal ini membuat Dew Buku kedua dari trilogi The Search For Merlin Protes pertama, nama serinya jauh lebih besar daripada judul bukunya, hingga bahkan sampai setelah saya beli bukunya, saya baru sadar kalau judulnya bukanlah The Search For Merlin, tapi The Grey Labyrinth Buku kedua ini mengisahkan tentang Dewan Penyihir, yang setelah kehilangan Merlin yang sengaja menghilang, bukan karena meninggal atau bagaimana mulai kehilangan pengaruhnya seiring dengan bertambahnya penyihir penyihir fana Hal ini membuat Dewan Penyihir meminta bantuan pada Edward, yang awalnya ragu untuk membantu namun akhirnya bersedia juga setelah nyawa putrinya terancam.Banyak tokoh Bisa dibilang tidak ada tokoh sentral, karena kalaupun Edward disebut sebagai tokoh sentral, kemunculannya tidak terlalu menimbulkan kesan Scene terpotong potong dengan pergantian tokoh yang sejenak Sulit buat saya untuk simpati dengan karakter karakternya kecuali William Gray, yang keluar sedikit sedikit tapi membekas Konfliknya pun menurut saya underdeveloped.Poin plusnya, gaya berceritanya tetap menarik, khas mbak Tyas Palar Dan sudah minim narasi kuliah tentang sejarah, hanya beberapa kuliah yang dirasa penting untuk plot Ada action dan klimaks kali ini, walau resolusi konflik tetap terasa hambar Tapi jujur, mengenai aliran cerita, saya masih lebih memilih buku pertama walaupun memang konfliknya datar Buku pertama lebih in depth mengenai karakter hingga saya bisa menyukai Ivar atau Junda view spoiler my poor, poor Junda, why you have to die hide spoiler Di buku ini, karakter buku sebelumnya tak terlalu menonjol dan justru lebih menonjol penyihir penyihir baru seperti William Gray Apa ini pertanda William akan jadi tokoh sentral buku pamungkas Tetap akan menantikan dan membeli buku ketiga But three stars


  8. Magdalena Amanda Magdalena Amanda says:

    Hmmmm.Sejujurnya saya sulit menilai buku ini.Buku ini bukannya jelek Saya melihat ada basis referensi sejarah dan mitologi maaf kurang yakin yang komplit dan akurat ini keunggulan tersendiri karena masih banyak terjadi referensi yang keliru atau kurang lengkap, bahkan ngasal.Tapi di lain pihak, susah menyatakan bahwa saya suka dengan buku ini, terutama dengan ceritanya endingnya.Karakter karakter yang muncul mungkin sedikit terlalu banyak untuk buku setipis ini, dengan peran yang lebih bany Hmmmm.Sejujurnya saya sulit menilai buku ini.Buku ini bukannya jelek Saya melihat ada basis referensi sejarah dan mitologi maaf kurang yakin yang komplit dan akurat ini keunggulan tersendiri karena masih banyak terjadi referensi yang keliru atau kurang lengkap, bahkan ngasal.Tapi di lain pihak, susah menyatakan bahwa saya suka dengan buku ini, terutama dengan ceritanya endingnya.Karakter karakter yang muncul mungkin sedikit terlalu banyak untuk buku setipis ini, dengan peran yang lebih banyak terjadinya di belakang layar Karena cukup sering berpindah POV, saya jadi kurang yakin apakah protagonisnya benar Edward Twickenham Arderryd ab Don atau lebih cenderung ke William Grey Dan bicara soal karakter, joke yang terjadi antar karakter kadang malah cenderung garing atau minimal bikin saya levelnya cuma ketawa untuk kesopanan ada momen seperti itu di real life juga P.Lalu yang bikin saya paling krik2 adalah penjahat terakhirnya.Kayaknya niatnya twist bahwa ternyata penjahatnya adalah si itu , tapi ketika saya mengetahuinya, saya malah reaksinya, HAH Ini siapa Rasanya buat saya, si itu adalah oknum yg namanya cuma disebut satu kali di dalam situasi beberapa orang bercakap2 membicarakan topik yang tidak seberapa relevan dengan cerita utama tapi, jujur saja, membuilt up setting, percakapan2 itu.Jadi, ya saya sejujurnya bingung harus menilai buku ini seperti apa, rawr


  9. Truly Truly says:

    Betapa beruntungnya kau tak mewarisi kemampuan melihat kilasan masa depan Betapa beruntungnya kau tak perlu melihat segala peristiwa buruk yang yang masih berlangsung di dunia yang durjana ini Betapa beruntungnya kau tak perlu tersiksa seperti aku Akhirnya Penantian panjang untuk sebuah buku Butuh waktu 2 tahun untuk mendapatkan buku kedua dari beloved Tyas Padahal gosip yang beredar menyebutkan kisah ini sudah diselesaikan jauh hari, tak lama sejak buku pertama beredar Biarlah gosip Betapa beruntungnya kau tak mewarisi kemampuan melihat kilasan masa depan Betapa beruntungnya kau tak perlu melihat segala peristiwa buruk yang yang masih berlangsung di dunia yang durjana ini Betapa beruntungnya kau tak perlu tersiksa seperti aku Akhirnya Penantian panjang untuk sebuah buku Butuh waktu 2 tahun untuk mendapatkan buku kedua dari beloved Tyas Padahal gosip yang beredar menyebutkan kisah ini sudah diselesaikan jauh hari, tak lama sejak buku pertama beredar Biarlah gosip berlalu bersama angin, yang penting buku ini sudah berada di tangan saya berkat toko buku favorit TM Bookstore.lengkapnya di sinihttp trulyrudiono.blogspot.com


  10. Indah Threez Lestari Indah Threez Lestari says:

    384 2014Para penyihir bergabung dengan pemerintah Britania Raya.Kenapa mendadak aku malah jadi teringat Bartimaeus Trilogy, ya