Pemenang I Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta Jika selama ini cerita berlatar pesantren termarginalkan dalam ranah sastra Indonesia, maka kemunculan Hubbu karya Mashuri telah mengakhiri masa keterasingan ituAdalah Jarot, tokoh utama novel ini, yang menjadi pusat penceritaan Dikisahkan Jarot alias Abdullah Sattar dididik keras oleh keluarganya yang berlatar belakang santri untuk menjadi penerus trah keluarga Sejak kecil Jarot memiliki keistimewaan seperti mampu menghapal dengan cepat ayat ayat suci Al Quran dan bersikap kritis kepada lingkungannya Hal ini semakin meyakinkan keluarga bahwa Jarot anak yang spesial sehingga tepat menjadi penerus pesantren kebanggaan Desa Alas AbangMenjelang dewasa, konflik psikologis mulai menerpa Jarot Pertemuan budaya Jawa dan Islam menambah kompleksitas jati dirinya Apalagi ketika cinta hadir dan Jarot mesti kucing kucingan dengan tempatnya nyantri untuk bertemu gadis pujaan hati Cinta ini mesti berakhir dengan kepergian Jarot meneruskan kuliah di Universitas Airlangga Dunia luar semakin terbuka untuknya Pertikaian idealisme di diri Jarot pun muncul ketika kenyataan tidak seperti yang ia duga Terlebih saat ia bersinggungan dengan pergaulan bebas antar mahasiswa Sementara itu datang berita dari Alas Abang, bahwa ia mesti menunaikan tugas menjadi pemimpin pesantren Jarot pun sampai pada persimpangan kritis memilih memikul tangggung jawab yang dibebankan keluarga di pundaknya atau mengikuti suara hati dalam menjalani hidupnyaNovel Hubbu ditulis dengan gaya penceritaan yang unik Hubbu sendiri dari bahasa Arab, artinya cinta Alur cerita Hubbu melompat lompat dinamis, menjalin cerita utuh berkelindan Membaca Hubbu seperti berdiri di berbagai tempat untuk melihat ke satu persoalan sehingga beragam prespektif dari tokoh tokohnya dapat kita rasakan Hanya penulis piawai yang mampu melakukan teknik bercerita semacam ini Dan Mashuri telah membuktikannya dengan Hubbu, sebuah novel yang memang pantas untuk menangKomentar Dewan juri memilih Hubbu karena sangat utuh dan padu ceritanya Ahmad Tohari, sastrawan, juri Sayembara Penulisan Novel DKJ


10 thoughts on “Hubbu

  1. Roos Roos says:

    Buku ini memang pantas menjadi Juara I Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2006 Bisa dibilang Buku ini LENGKAP, meliputi setiap aspek kehidupan Budaya Orang Jawa Islam yang terperangkap pada tradisi, adat dan tempat berpijak terhadap ajaran agama, keluarga, cengkeraman masa lalu dan keinginan hati untuk dapat berpikir dan bertindak atas nama diri sendiri.Membaca novel ini seperti mambaca puisi, karena diuraikan dengan kata kata nan indah dan tidak vulgar Berlatar belakang di Alas Abang en Buku ini memang pantas menjadi Juara I Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2006 Bisa dibilang Buku ini LENGKAP, meliputi setiap aspek kehidupan Budaya Orang Jawa Islam yang terperangkap pada tradisi, adat dan tempat berpijak terhadap ajaran agama, keluarga, cengkeraman masa lalu dan keinginan hati untuk dapat berpikir dan bertindak atas nama diri sendiri.Membaca novel ini seperti mambaca puisi, karena diuraikan dengan kata kata nan indah dan tidak vulgar Berlatar belakang di Alas Abang entah dimana itu, di Jawa Timurkah aku masih penasaran juga dan Surabaya kehidupan di Universitas Airlangga Dari masa kecil seorang Jarot atau Abdullah Sattar, yang dari lahir digadang gadang akan menjadi pemimpin Pondok Pesantren warisan leluhur Tapi Kompleksitas kehidupan Jarot berkata lain, dan Jarot lebih memilih untuk memberontak melawan jalan hidupnya.Pertama kupikir akan menyelesaikan baca buku ini dalam 1 hari ternyata aku membutuhkan lebih dari satu hari karena aku merasa menapak tilas kehidupanku sendiri, yang kadang tidak bisa dinalar, terbelenggu sendiri antara keyakinan dan tradisi Ahhh.benar benar perlu kontemplasi aku ini


  2. Endah Endah says:

    Kata hubbu dalam bahasa Arab berarti cinta Kata ini dipakai Mashuri untuk menjuduli novel debutannya yang menjadi jawara sayembara menulis novel Dewan Kesenian Jakarta DKJ 2006 Tetapi menurut saya, tidak sesuai antara judul dengan isi cerita Novel ini bukan novel cinta Novel ini lebih banyak mengungkap kegelisahan konflik internal seorang pemuda yang tengah mencari jati diri serta mencoba mempertemukan budaya Jawa dan pesantren, wilayah akademis yang pernah sangat akrab dengan penulisn Kata hubbu dalam bahasa Arab berarti cinta Kata ini dipakai Mashuri untuk menjuduli novel debutannya yang menjadi jawara sayembara menulis novel Dewan Kesenian Jakarta DKJ 2006 Tetapi menurut saya, tidak sesuai antara judul dengan isi cerita Novel ini bukan novel cinta Novel ini lebih banyak mengungkap kegelisahan konflik internal seorang pemuda yang tengah mencari jati diri serta mencoba mempertemukan budaya Jawa dan pesantren, wilayah akademis yang pernah sangat akrab dengan penulisnya yang mantan santri Ponpes Pondok Pesantren Salafiyah Wanar dan Ta sisut Taqwa Galang, Lamongan, Jawa Timur Mashuri yang lahir pada 27 April 1976, kemudian meneruskan pendidikannya di Jurusan Sastra Indonesia Universitas Airlangga Lulus tahun 2002 melanjutkan studi pascasarjana di Jurusan Filsafat IAIN Sunan Ampel, Surabaya.Riwayat pendidikan di atas, kemudian dipakainya sebagai setting dalam kisah Hubbu dengan Jarot sebagai tokoh utama Setelah tamat membacanya nanti, kita boleh saja curiga bahwa Jarot atau Abdullah Satar merupakan penjelmaan Mashuri sendiri No wonder sih, mengingat pengakuan beberapa penulis tentang karya pertama mereka yang mengambil model diri mereka sendiri sebagai karakter utama Lebih gampang, begitu alasan mereka.Maka lalu Mashuri menciptakan Jarot, seorang mahasiswa Sastra Indonesia di Universitas Airlangga yang berasal dari sebuah dusun kecil, Alas Abang Jarot lahir dari sebuah keluarga santri yang taat Kakeknya, Mbah Adnan, adalah leluhur Alas Abang yang sangat dihormati Sejak kecil Jarot telah dijejali ajaran ajaran Islam lewat pengajian kampung Sebagai anak lelaki tunggal, ia digadang gadang sebagai penerus Mbah Adnan kelak Oleh sebab itu, orang tuanya menyekolahkan ia di pesantren Namun, Jarot membelot Ia ingin terbang jauh ke luar kampungnya Pembelotan itu dimulai saat ia mondok jadi santri di kota Dia sering bolos dan memilih baca buku di perpustakaan daerah Ia juga mulai berani pacaran dengan seorang santri putri Pembelotan berikutnya, saat ia menjadi mahasiswa Pergaulan kota besar perlahan lahan mengikis nilai nilai Islam yang diyakininya selama ini Jarot mulai berkenalan dengan minuman keras serta pergaulan bebas yang kelak akan terus disesali sepanjang hidupnya Sementara itu di Alas Abang, keluarganya terus berharap Jarot akan pulang dan mengurus madrasah keluarga warisan sang kakek Tetapi Jarot yang memang memiliki bakat memberontak sejak kecil, justru semakin menjauhi kehidupan masa lalunya Ia ingin melepaskan diri dari ikatan dengan kampung halaman dan keluarga besarnya Apalagi ketika terjadi sebuah kecelakaan di akhir masa kuliahnya yang memaksa Jarot menikahi seorang gadis Ia lantas merasa mesti menghukum dirinya sendiri atas dosa dosa yang telah dilakukannya Bersama gadis itu, Jarot melarikan diri ke Ambon, menggunting habis pertaliannya dengan Alas Abang, dengan masa lalu Secara garis besar, Hubbu terdiri dari 3 bagian cerita masa kecil, masa kini, dan masa depan Tidak tanggung tanggung, ia melompat ke masa 30 tahun ke depan 2040 Di sini, kisah dituturkan oleh Aida, anak perempuan Jarot Lompatan ini sebetulnya bakal asyik andai saja Mashuri menguasai ilmu ramalan tentang masa depan, terutama seputar perilaku dan budaya masyarakat Sudah barang tentu, budaya dan perilaku masyarakat juga nilai nilai yang dianut pada 30 tahun yang akan datang sangatlah berbeda dengan kini Celakanya, Mashuri justru gagal di sini Ia kurang berani memainkan imajinasinya Ia malah membawa kita menelusuri kembali masa lalu Jarot yang telah dikisahkan pada bab bab sebelumnya Pengulangan yang bikin capek Obsesinya mempertemukan budaya Jawa yang mistis dengan unsur unsur Islam dan modernitas belum cukup berhasil mencuatkan konflik yang berarti Mashuri belum berani menukik jauh ke dalamnya Ia hanya bermain main di wilayah permukaan Tidak cukup ekstrem untuk menghadirkan sebuah perdebatan Tidak cukup membuat pembaca terguncang Dari mulai teknik bercerita, plot, serta temanya, relatif bukan barang baru Bahkan di bagian bagian akhir, ia tampak agak ngos ngosan, kehabisan tenaga lantaran terlalu banyak hal yang ingin dituangkan Yang juga patut disayangkan adalah tidak adanya terjemahan untuk bait bait yang pasti sangat puitis yang dinukil dari gurit Sastra Gendra Bait bait tersebut tetap dibiarkan dalam bahasa Jawa sehingga pembaca yang tidak mengerti bahasa Jawa kehilangan informasi yang mungkin penting Padahal, dari sinilah awal mula tergodanya Jarot untuk membongkar akar perkawinan hanacaraka Jawa dengan hijaiyah Islam yang diyakininya banyak memiliki kesesuaian dalam ajaran ajarannya.Akhirnya bagi saya, Hubbu bukan merupakan buku yang saat menamatkannya saya merasa sedih karena harus berpisah dengan buku tersebut seraya berkomentar Yah, kok sudah selesai sih Padahal lagi seru serunya nih Endah Sulwesi 17 9


  3. gieb gieb says:

    hidup adalah bentukan dari koma koma siasat siasat untuk mengakrabi ketidakmerdekaan diri dalam wilayah ilahiyah yang berwujud jagad semesta ibarat susunan paragraf, penandaan koma berarti satu kondisi yang belum selesai dia harus menemu titik untuk menyempurnakan makna persoalannya, titik tiap orang tentu berbeda engkaulah titik itu sungguh.untuk menjumpai titik, orang akan naik turun lembah melaju cepat di tikungan tajam bahkan ada yang harus melewati babak berdarah darah demi sebuah hidup adalah bentukan dari koma koma siasat siasat untuk mengakrabi ketidakmerdekaan diri dalam wilayah ilahiyah yang berwujud jagad semesta ibarat susunan paragraf, penandaan koma berarti satu kondisi yang belum selesai dia harus menemu titik untuk menyempurnakan makna persoalannya, titik tiap orang tentu berbeda engkaulah titik itu sungguh.untuk menjumpai titik, orang akan naik turun lembah melaju cepat di tikungan tajam bahkan ada yang harus melewati babak berdarah darah demi sebuah titik, orang rela bersijingkat di malam buta untuk menerjemahkan kerinduan pun aku rela mengikis batu itu tetes demi tetes.hubbu adalah ikhtiar untuk menemu titik meski masih berakhir dalam koma tapi setidaknya ada ikhtiar dalam buku setebal 237 halaman ini golak batin penulis mewarnai tokoh utama dalam susunan kalimat kalimat yang puitis, penulis berusaha menyampaikan ide menemu titiknya meski bagi saya, terasa klise dan mengada ada tapi sudah lah kata kata mempunyai pengertiannya sendiri kata kata menyimpan masa lalunya sendiri aku dengan masa laluku kau dengan masa lalumu dan kita berjumpa hari ini untuk menyusun masa depan semoga.aneka ragam pencarian ini yang membuat novel pemenang award ini menarik latar belakang kehidupan desa yang religius mencoba bertahan dengan kehidupan kota yang sekuler belum lagi perdebatan perdebatan kecil antara jawa dan islam meski terasa usang, tapi memang faktual bagaimana seorang lelaki harus menyisakan syahwat dalam gemuruh huruf hijaiyah mengiyakan pandangan matanya pada sebuah tubuh perempuan telanjang sendirian di sebuah ruang yang dingin dan waktu demikian membeku heningku untukmu.lompatan peristiwa yang ada dalam novel ini memang sedikit mengganggu seandainya penulis bisa menuliskannya dalam bentuk yang lebih panjang bisa jadi novel ini bisa tampil lebih menarik dan best seller kapan kita akan menulis novel ya jadi, hubbu memang bukan novel cinta meski hubbu secara harfiah memang berarti cinta tapi hubbu dalam idiom sufi adalah pencarian tentang cinta tentu bukan hanya cinta yang menegaskan hubungan lawan jenis tapi juga cinta yang menegaskan bahwa hidup memang senantiasa merenggut apa saja sometimes we run sometimes we crawl but all the times we walk lorong itu awalnya.saran saya bacalah buku ini ketika anda ingin menerjemahkan kehendak langit menjadi lebih sederhana ketika anda menulis koma, pastikan ada titik.selamat membaca.gieb


  4. Irwan Irwan says:

    Aku menyukai buku ini karena beberapa hal berikut ini Pertama, teknik penulisan dan gaya bahasanya yang bagus Kata kata teruntai dalam kalimat kalimat yang mengalir lancar Penggunaan beberapa sudut pandang berbeda secara bergantian juga membuat cerita lebih hidup dan berdimensi Kedua, tokoh tokoh utamanya terbangun dengan baik Aku tergoda membayangkan ada unsur unsur dari kehidupan sang penulis sendiri yang tercermin dalam tokoh Jarot, seperti keakrabannya dengan dunia pesantren, mungkin Aku menyukai buku ini karena beberapa hal berikut ini Pertama, teknik penulisan dan gaya bahasanya yang bagus Kata kata teruntai dalam kalimat kalimat yang mengalir lancar Penggunaan beberapa sudut pandang berbeda secara bergantian juga membuat cerita lebih hidup dan berdimensi Kedua, tokoh tokoh utamanya terbangun dengan baik Aku tergoda membayangkan ada unsur unsur dari kehidupan sang penulis sendiri yang tercermin dalam tokoh Jarot, seperti keakrabannya dengan dunia pesantren, mungkin kehidupan kota besar di Surabaya, dsb Motivasi tokoh tokohnya tergambar jelas dan hubungan antara mereka juga terjalin dengan baik dalam mendukung plot cerita Ketiga, ada sebuah pertentangan yang coba diusung sebagai tema yaitu antara Islam Jawa dan antara kehidupan pedesaan kehidupan perkotaan Pertentangan itu disajikan dalam bentuk rasa keingintahuan yang begitu besar untuk melihat kedua sisi yang dipertentangkan tersebut Tokoh tokoh pendukung tidak memiliki rasa keingintahuan sebesar tokoh utama, sehingga mereka bisa dikelompokkan secara dikotomis Sementara tokoh utama, dengan keingintahuannya, menyeberangi kedua sisi dan menimbulkan konflik Membaca buku tipis ini, saya tergoda untuk berpikir bahwa buku ini bisa dibuat lebih tebal Di bagian akhir ada sulur sulur baru yang diketengahkan tapi tidak sempat dikembangkan, hingga berkesan sekedar ornamen Pengembangan juga bisa dilakukan dalam hal tema tema yang bertentangan tadi Apa sih yang bertentangan antara Islam dan Jawa Penulis hampir tidak menyebutkan sisi Islamnya, seakan berasumsi bahwa pembaca memiliki pengetahuan Islam yang sama dengannya Lahir dan besar di Surabaya, saya mengenal orang orang yang berlatar belakang pesantren di Jawa Timur Dari merekalah saya bisa menduga apa dimaksud penulis Tanpa pengetahuan ini, saya rasa pembaca akan sedikit kesulitan membayangkan pertentangan yang dimaksud Aku jadi tergelitik membaca literatur literatur Jawa yang disebutkan dalam buku ini Sebuah janji baru Pengalaman membaca memang seperti meminum air laut, yang katanya akan terus menimbulkan dahaga


  5. Mark Mark says:

    Dalam rusuh kalbu ini, aku ingin kau jawab pertanyaan pertanyaanku, agar perjalananku menapaki takdir dan karmaku tak menemu gelap dan piatu Ayahku, benarkah kasih harus disemai dengan airmata, agar tumbuh menjadi jiwa jiwa penuh nyawa Benarkah cinta harus diuji dengan duka lara, agar kita tahu ujung sebuah setia Benarkah ada rahasia dari tata indera untuk menguak renik perasaan, sehingga kita tak bisa berbuat apa apa tanpa mengenal inti segalanya Benarkah ada jalan yang yang harus dilewatiDalam rusuh kalbu ini, aku ingin kau jawab pertanyaan pertanyaanku, agar perjalananku menapaki takdir dan karmaku tak menemu gelap dan piatu Ayahku, benarkah kasih harus disemai dengan airmata, agar tumbuh menjadi jiwa jiwa penuh nyawa Benarkah cinta harus diuji dengan duka lara, agar kita tahu ujung sebuah setia Benarkah ada rahasia dari tata indera untuk menguak renik perasaan, sehingga kita tak bisa berbuat apa apa tanpa mengenal inti segalanya Benarkah ada jalan yang yang harus dilewati dalam kabut dan ketakpastian wujud untuk sebuah impian, untuk sebuah harapan, agar tujuan menjadi demikian menjanjikan sebuah pertemuan yang menggembirakan. Kutipan dari Prawayang Lontar Lokapala Menjelang akhir novel ini, aku menemukan satu bagian dari sebuah paragraf panjang yang dengan membacanya sempat membuatku merasa sedikit bertanya tanya dan tidak nyaman Begini bunyinya Tapi kau tak pernah telanjang, kau pasti mengingatnya, seperti halnya saat kau mandi di sungai bersama teman temanmu, sebab kau tak ingin cacatmu itu terwarta dan menjadi buah bibir Ya, kau memang divonis cacat meski tidak cacat, karena itu adalah satu penanda, kau lelaki yang paling dinanti tahi lalat di pucuk kelelakianmu itu bukti kau pejantan Tapi kau selalu menyembunyikan. Mashuri 2007 219


  6. Muhammad Rajab Muhammad Rajab says:

    Pernah baca beberapa puisi Mashuri, dan menurutku puisi puisinya bagus Namun, jika membaca prosa dari Mashuri ini masih terlihat beberapa lubang pada plot cerita, yang entah memang disengaja atau tidak, sehingga menjadikan novel ini tidak terlalu mengesankan Kendati kita dapat melihat usaha besar penulis untuk membuat novel ini terlihat punya kesan sekaligus nilai yang dapat dibagikan pada pembaca Hal yang banyak dilakukan penulis muda terhadap buku pertamanya.


  7. Bernard Batubara Bernard Batubara says:

    This review has been hidden because it contains spoilers To view it, click here Prolog Desa Alas Abang menyimpan segudang cerita dan tanggung jawab di diri Abdullah Sattar alias Jarot Tanggung jawab yang tak dapat diemban oleh sembarang orang, yaitu menjadi pemimpin pesantren warisan leluhur.Dilatari budaya santri yang kuat, Jarot menghadapi berbagai konflik psikologis ketika cinta hadir dan dunia luar pesantren terbuka di depan matanya Pertemuan budaya Jawa dengan ajaran Islam pun menambah kompleksitas hidupnya.Akhirnya Jarot sampai pada satu titik, memilih mengikuti nasi Prolog Desa Alas Abang menyimpan segudang cerita dan tanggung jawab di diri Abdullah Sattar alias Jarot Tanggung jawab yang tak dapat diemban oleh sembarang orang, yaitu menjadi pemimpin pesantren warisan leluhur.Dilatari budaya santri yang kuat, Jarot menghadapi berbagai konflik psikologis ketika cinta hadir dan dunia luar pesantren terbuka di depan matanya Pertemuan budaya Jawa dengan ajaran Islam pun menambah kompleksitas hidupnya.Akhirnya Jarot sampai pada satu titik, memilih mengikuti nasib atau memberontak melawannya.Ya, sinopsis singkat yang tertera di sampul belakang novel Hubbu rasanya cukup memberikan gambaran umum tentang isi ceritanya Dengan tokoh utama bernama Abdullah Sattar atau Jarot, nama yang dalam Hubbu lebih banyak dipakai daripada nama aslinya itu, Mashuri merangkai cerita tentang seorang yang lahir, hidup, dan dibesarkan di lingkungan pedesaan dan kehidupan pesantren yang memiliki nuansa budaya serta agama yang kuat.Permasalahan dimulai ketika Mbah Adnan, orang yang dihormati, atau mungkin dianggap sebagai tetua di desa tersebut, meninggal dunia Jarot yang masih anak anak ketika itu tak mengetahui bahwa pada dirinya lah tanggung jawab kemudian bersandar Tanggung jawab untuk melanjutkan Mbah, sapaan Jarot terhadap Mbah Adnan, dalam membimbing dan meneruskan ajaran agama serta budaya kepada warga desa dan penerusnya.Namun Jarot memiliki pilihan lain Ia memilih untuk keluar dari desa, mencari ilmu dan melanjutkan kehidupan di kota, Surabaya Ia merasa punya cara sendiri untuk melaksanakan tanggung jawab itu Ia tak merasa berkhianat kepada desanya, tapi beberapa orang di desanya beranggapan demikian Ketika kehidupannya di Surabaya dimulai, ketika itulah pergolakan dalam batinnya mendera dirinya Ia mulai merasakan cinta, rasa suka terhadap lawan jenis sesuatu yang sama sekali belum pernah ia alami sebelumnya saat di desa Dan hal ini ternyata berkontribusi terhadap pergumulan pikiran dan hatinya yang selama ini tertata rapi oleh tatanan agama Jarot tak bisa menghindar.Toleransi dan Beragama dengan Akal SehatSatu hal lain yang saya dapatkan saat membaca Hubbu , ada beberapa bagian ceritanya yang menunjukkan bahwa betapapun Jarot adalah seorang yang tergolong kuat pondasi dan bangunan agamanya, ia tak mencerca apalagi menistakan orang lain yang memiliki kepercayaan berbeda dengannya.Kehidupan cinta Jarot bersama beberapa wanita diakhiri dengan pernikahan beda agamanya dengan seorang gadis bernama Agnes, penganut agama Kristen Padahal wanita pertama yang hadir dalam hati Jarot adalah Istiqomah, seorang gadis desa yang tentu seiman dan sepaham dengannya soal agama Diceritakan bahwa Agnes, yang juga tetangganya itu mengaku tengah mengalami krisis kepercayaan Krisis kepercayaan akan keberadaan Tuhan Jarot tak memaksakan kehendaknya untuk menanamkan nilai nilai agamanya kepada Agnes, melainkan ia memberi masukan sebatas nasehat tanpa menyinggung batas agamanya sendiri, serta ia meminta bantuan seorang teman kuliahnya yang beragama Kristen untuk membantunya mengatasi krisis kepercayaan dalam diri Agnes Padahal dalam keadaan seperti itu, Agnes yang rapuh secara spiritual bisa saja dimasuki Jarot dengan nilai nilai agamanya, Islam Mengingat pemahaman Jarot akan Islam sangat kuat dan tinggi Tapi Jarot tak memilih cara itu.Pada bagian lain ketika latar cerita berpindah memasuki masa depan, tahun 2040, saat Jarot sudah meninggal dan memiliki seorang anak bernama Aida yang mencoba napak tilas kisah masa lalu ayahnya, juga diberitahukan dalam sudut pandang Aida bahwa ayahnya, Jarot, semasa hidupnya setiap kali menasihatinya akan perihal perihal kelakuan remaja tak pernah membawa bawa Islam atau mengutip ngutip dalil maupun ayat kitab Jarot menasihatinya menggunakan akal sehat Ayahnya memilih menuturkan perihal resiko akan apapun perbuatannya ketimbang mencekokinya dengan bacaan bacaan atau dalil dalil.Konflik Batin yang Terkesan Dipanjang panjangkanMeski Hubbu memperoleh posisi pemenang pertama dalam sayembara novel Dewan Kesenian Jakarta pada tahun 2006 dan bagi saya memang ceritanya cukup matang dan bersahaja, bukan berarti Hubbu sedemikian bagusnya tanpa cacat.Pergolakan batin, pikiran dan perasaan Jarot bagi saya pada beberapa bagian cerita terkesan dipanjang panjangkan Padahal menurut saya pada bagian tertentu, konflik psikologis tersebut sudah cukup kuat dan tak perlu lagi pembaca baca saya ditambah tambahi lagi dengan penuturan atau adegan adegan lain yang menunjukkan konflik batin tersebut Sudah cukuplah Saya sudah paham Mashuri terkesan ingin menunjukkan kepada pembaca inilah fokus ceritanya atau lihatlah betapa rumit dan sulitnya konflik psikologis dalam diri Jarot Ya, ya, ya..EpilogAda satu bagian dalam Hubbu yang bagus untuk saya kutip Ayahnya, yang ia anggap hanya bercela setitik itu, telah membuka mata Aida soal warisan Ia masih ingat aforisma yang dikemukakan ayahnya, bahwa manusia lebih mudah menggapai sesuatu daripada mempertahankannya Sebab untuk mempertahankan, manusia harus berjuang melawan waktu dan pelapukan, sedangkan untuk menggapainya, manusia harus seiring dengan waktu bahkan bisa pula dengan mengguntingnya.Pada posisi mana Anda sekarang sedang berada


  8. Mumtaz Ritonga Mumtaz Ritonga says:

    Sebuah cerita polifonik yang ditulis dengan sangat baik Penokohan dibangun dengan matang, lengkap dengan gaya bahasa karakternya masing masingMasih banyak penggunaan diksi yang agak dipaksakan, namun secara keseluruhan terobati dengan nilai nilai lebih dari kemampuan kepengrajinan sastrawi penulis yang jauh diatas rata rata


  9. Ivan Ivan says:

    Sungguh, novel ini pertama aku kira bisa untuk memberikan semangat ditengah aku sedang mengerjakan skripsi Dari yang aku baca di bagian belakang novel ini Sebuah novel yang menceritakan tentang konflik budaya Jawa dan budaya Islam dari seorang tokoh bernama Abdullah Sattar alias Jarot Sungguh menarik pikirku Tetapi prasangkaku ini berubah 180 ketika selesai membaca novel ini Yah kok gini gumamku.Novel ini aku rasa sebelas duabelas dengan novel karya Ayu Utami, Saman dan Larung Pemilihan Sungguh, novel ini pertama aku kira bisa untuk memberikan semangat ditengah aku sedang mengerjakan skripsi Dari yang aku baca di bagian belakang novel ini Sebuah novel yang menceritakan tentang konflik budaya Jawa dan budaya Islam dari seorang tokoh bernama Abdullah Sattar alias Jarot Sungguh menarik pikirku Tetapi prasangkaku ini berubah 180 ketika selesai membaca novel ini Yah kok gini gumamku.Novel ini aku rasa sebelas duabelas dengan novel karya Ayu Utami, Saman dan Larung Pemilihan kata katanya itu vulgar dan agak binal Bedanya jika Ayu Utami dalam Saman dan Larungnya membahas spiritualitas dan kemistis an secara umum Disini Mashuri banyak membahas kemistis an dalam sudut pandang kebudayaan Jawa.Nilai nilai islam yang aku kira dijunjung tinggi dan digunakan disini ternyata hanya dijadikan titik balik seorang tokoh bernama Abdullah Sattar alias Jarot untuk menemukan jati dirinya kemudian beralih ke penafsiran islam secara liberal Yah itu, liberal Mungkin karena latar belakang penulisnya adalah mantan santri kemudian meneruskan pendidikannya di Jurusan Sastra Indonesia, lulus kemudian melanjutkan kuliah pasca di Jurusan Filsafat Tetapi dibalik semua itu, penyuguhan konflik dan pergolakan batin seorang Jarot yang mengisi sebagian besar buku ini patut aku acungi jempol Itu mungkin yang membuat novel ini terpilih menjadi nominasi novel terbaik DKJ 2006 Pemilihan bahasanya bagus dan ceritanya mengalir.Yang membuat aku agak bingung adalah lompatan cerita di tengah cerita dalam novel ini yang membuat aku agak gamang Di head judul chapternya disitu ditulis 2040, 30 tahun kemudian dong wah wah. Tapi seperti review pada goodreaders sebelumnya, aku setuju bahwa imajinasi Mashuri kurang disini dalam menggambarkan lompatan dan gambaran masa depan tahun 2040 Malah diceritakan disitu, cerita kembali ke masa lalu Jarot dari sudut pandang Aida, anak kandung Jarot dari pernikahan keduanya dengan Zulaikha.Endingnya juga jelek, hanya akhir bahwa Aida pingsan karena mengetahui bahwa ayahnya merupakan keturunan langsung dari Sunan Gunung Ngegantung Banget


  10. Jusmalia Oktaviani Jusmalia Oktaviani says:

    Menceritakan mengenai kecamuk jiwa yang dirasakan oleh pemuda bernama Jarot, yang digadang gadang menjadi penerus pesantren kakeknya, namun ia sendiri enggan menampuk kewajiban tersebut Ia akhirnya lari dari tanggung jawab dan memilih jalan hidupnya sendiri, meski sebenarnya Jarot juga tidak terlalu paham apa yang ia inginkan dalam hidupnya Ia hidup dalam pergolakan, kebingungan, perasaan berdosa, hingga kematiannya Novel dengan judul Hubbu yang berarti cinta ini fokus pada kehidupan tokoh Ja Menceritakan mengenai kecamuk jiwa yang dirasakan oleh pemuda bernama Jarot, yang digadang gadang menjadi penerus pesantren kakeknya, namun ia sendiri enggan menampuk kewajiban tersebut Ia akhirnya lari dari tanggung jawab dan memilih jalan hidupnya sendiri, meski sebenarnya Jarot juga tidak terlalu paham apa yang ia inginkan dalam hidupnya Ia hidup dalam pergolakan, kebingungan, perasaan berdosa, hingga kematiannya Novel dengan judul Hubbu yang berarti cinta ini fokus pada kehidupan tokoh Jarot yang berkisar pada pergolakan batinnya, antara harus menjalani hidup seperti pemuka agama, namun juga tidak mampu menolak godaan dunia yang datang padanya Ide novel juara I sayembara novel DKJ 2006 ini sebenarnya bagus, mengenai pertemuan budaya dan agama dalam diri seorang pemuda, namun saya kurang nyaman dengan cara penceritaan yang berganti ganti sudut pandang tanpa penanda tokoh yang jelas, serta setiap kata yang terlalu puitis Kurang nyaman rasanya membaca sudut pandang yang berganti dari aku menjadi dia, tanpa alasan jelas kenapa pergantian itu terjadi Tokoh dalam sudut pandang juga berganti Penanda yang kurang jelas membuat saya bertanya, ini sedang menceritakan siapa Dari sudut pandang siapa Hal itu terasa kurang nyaman Pergantian sudut pandang tersebut baru terasa menarik ketika masa lalu Jarot yang hilang dari selesai kuliah hingga kematiannya diceritakan dari sudut pandang anaknya, Aida.Mengenai kalimat puitis yang digunakan dalam novel ini, bukannya saya tidak menyukai kata yang indah, namun apabila keindahan itu dituliskan di hampir keseluruhan novel, rasa jenuh serta lelah tak pelak akan menghampiri pembaca Segala yang berlebihan, akan kurang baik jadinya Oleh karena itu, saya memberi dua bintang pada novel ini